Rabu, 21 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Lifestyle

Sterilisasi Hewan? Perlu Atau Tidak

Selasa, 23 Oct 2018 20:00 | editor : Perdana

Sterilisasi Hewan? Perlu Atau Tidak

Radarsolo.co.id - Populasi hewan liar seperti anjing dan kucing bisa dibilang cukup banyak. Bahkan kepemilikan hewan peliharaan tersebut juga semakin meningkat. Bermacam alasan banyaknya hewan liar ini bisa saja karena dibuang oleh pemiliknya karena mereka beranak dan tidak mampu memeliharanya atau bisa saja karena sembarangan diberikan kepada orang yang tidak tepat. 

Untuk mencegah hal tersebut, seharusnya pemilik hewan peliharaan harus sadar sejak dini. Dokter hewan, Abdul Aziz mengatakan sterilisasi menjadi salah satu tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah kehamilan. 

“Memang tidak semua orang atau pemilik hewan setuju dengan hal ini, namun juga banyak orang yang sudah melakukan ini. Mengingat kesanggupan mereka dalam merawat hewan peliharaan. Karena kadang banyak pemilik hewan peliharaan yang lupa kalau hewan peliharaan mereka selalu beranak,” jelas drh. Abdul kepada Radarsolo.co.id. 

Dijelaskan drh. Abdul, sterilisasi berarti tindakan operasi yang dilakukan dengan cara mengangkat indung telur dan rahim bagi betina atau mengangkat testis bagi jantan. Bertujuan untuk menghentikan proses kehamilan atau birahi pada hewan. Kebanyakan pemilik hewan peliharaan tidak tega untuk melakukan hal tersebut. 

“Padahal tindakan operasinya pun juga menggunakan bius, sehingga hewan peliharaan tidak merasakan sakit,” tandasnya. 

Beberapa keuntungan melakukan sterilisasi pada hewan betina maupun jantan sebagai berikut, bagi hewan betina akan mengurangi resiko kanker rahim atau ovary, mengurangi resiko kehamilan yang tidak diinginkan. Kemudian untuk hewan jantan, mengurangi resiko kanker testis,  mengurangi resiko radang kelenjar prostat dan kanker prostat, mengurangi sifat suka berkeliaran dan bertengkar dengan hewan lain, dan mengeliminasi resiko dan penyebaran penyakit kelamin yang menular.

“Kebanyakan selama ini memang yang melakukan sterilisasi adalah mereka yang memiliki hewan jantan. Dengan sterilisasi tidak akan merubah sikap maupun sifat dari hewan peliharaan itu sendiri, apalagi kearah negatif. Justru pola hidup dan makannya akan jauh lebih teratur,” pungkasnya. 

Drh. Abdul juga menyebutkan di dunia kedokteran hewan sendiri sudah tidak disarankan lagi menggunakan metode lain selain sterilisasi dalam hal mencegah populasi hewan yang melonjak. (gis)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia