Rabu, 21 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Olahraga
Porprov Jateng 2018

Seluruh Cabang Olahraga Mulai Unjuk Gigi

Rabu, 24 Oct 2018 11:36 | editor : Perdana

POTENSIAL: Atlet balap sepeda asal Cilacap, Dimas Febri Dwi Saputro sukses meraih perak di kelas men elite IRR Porprov 2018 di Velodrome Manahan.               

POTENSIAL: Atlet balap sepeda asal Cilacap, Dimas Febri Dwi Saputro sukses meraih perak di kelas men elite IRR Porprov 2018 di Velodrome Manahan.                (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO –  Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) jateng jadi ajang unjuk gigi para peserta. baik dari Kota Solo, eks Karesidenan Surakarta, maupun kontingen di jawa Tengah pastinya.

Sebagai tuan rumah, Solo tancap gas untuk mendulang cukup banyak medali. Walaupun kenyataannya, di lapangan persaingan untuk medaih medali tentunya tak bisa dengan mudah diraih.

Di cabor anggar, untuk sementara waktu, anggar Kota Solo sudah cukup banyak emas diraih. Mulai dari yang diraih oleh Sutrisni (degen putri tunggal), Yusuf Aprilian (floret putra tunggal), Agustin Dwi Damayanti (sabel-perorangan putri), Yulian M. Adhitama (sabel putra tunggal), lalu tim sabel putri, dan tim degen putra.

“Target kita memang harus juara umum di Porprov kali ini,” terang Pelatih Anggar kota Solo, Hendra Faradillah.

Sementara itu biliard Kota Solo sudah meraih satu perunggu di ajang Porprov yang digelar di Masse Billiard Solo (23/10).

 “Alhamdulillah kami sudah menyumbangkan satu perunggu di nomor sembilan bola (9 ball), harapannya kami masih bisa bawa satu medali lagi. Saya selalu katakan kepada teman-teman harus bersaing sebaik mungkin dan sesenang mungkin karena itulah kunci bermain dalam pertandingan Biliard,” ujar Manajer Tim Biliar Kota Solo, Tri.

Tri selaku manajer tim mengatakan perhelatan Porprov mengeluhkan terkait aturan yang tidak pernah detail, serta tidak tegas. Hal ini membuat tim Kota Solo cabang olahraga billiard merasa di rugikan. “Jalannya pertandingan lancar, tapi akan lebih baik jika di koordinasikan dengan baik pula,” ujarnya.

Pihaknya mengeluhkan terkait regulasi peraturan pemain mutasi, dimana di peraturan minimal harus 12 bulan baru bisa di mutasi, tapi ada beberapa kontingen yang baru tiga bulan ganti KTP sudah bisa main.

“Intinya Porprov mencari bibit putra putri terbaik, bukan mencetak juara. Makanya regulasi itu harus ditegakkan,” terangnya.

Sementara itu cabor atletik sempat di tunda sekitar satu jam lebih, karena hujan lebat yang mengguyur Kota Solo, sore kemarin.

“Tenda ada yang roboh, dan timing sistemnya harus dihentikan dan diganti manual karena takur konslet. Tapi lomba bisa dilanjutkan dan tak merubah jadwal yang sudah ditentukan,” terang Pelatih Atletik Kota Solo, Slamet Widodo. (mg10/mg16/nik)

 

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia