Rabu, 21 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Lifestyle

Pentingnya Pengenalan Olahraga Untuk si Kecil

Jumat, 26 Oct 2018 20:20 | editor : Perdana

Pentingnya Pengenalan Olahraga Untuk si Kecil

Olahraga merupakan aktivitas yang bermanfaat bagi semua kalangan usia, baik anak-anak hingga dewasa. Selain itu olahraga juga bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan jika disesuaikan dengan karakteristik perkembangan seseorang dalam setiap tahap umur. Maka dari itu, memperkenalkan dunia olahraga kepada anak sedini mungkin dapat menjadi kesempatan emas untuk mengajarkan keterampilan-keterampilan yang bersifat motorik.

Sekaligus mengasah kognitif anak-berkaitan dengan pemahaman instruksi. Pengenalan olahraga pada usia dini dapat menentukan masa depan seseorang. Pengalaman-pengalaman yang bersifat positif akan membentuk karakter anak di masa dewasa. 

Sesuai dengan teori psikologi perkembangan dari Hurlock, masa awal kanak-kanak, usia 2-6 tahun dianggap sebagai waktu belajar untuk mencapai suatu keterampilan, karena anak anak senang untuk bergerak, mencoba hal-hal baru, dan berani mengeksplorasi lingkungannya. Usia awal kanak-kanak merupakan saat yang tepat untuk mengajarkan teknik dan gerakan dari suatu olahraga tertentu, sebagai bentuk keterampilan dasar berolahraga.

Periode ini juga dikenal dengan masa yang tepat untuk mulai penegakan disiplin, sehingga sangat disarankan untuk orang tua dalam mengarahkan anak ke aktivitas yang bersifat meningkatkan kedisplinan. Dengan mengikuti olahraga, anak akan dilatih disiplin terhadap jadwal latihan, dan konsekuensi dari setiap perbuatannya.

Selain itu, mengikutsertakan anak usia dini dalam kegiatan olahraga akan membantu anak dalam bersosialisasi dengan teman sebaya. Menjadi bagian dari tim olahraga akan menjadi wadah bagi anak untuk berelasi dengan orang-orang baru dan mampu menyesuaikan diri dengan mudah di lingkungan sosialnya.

Menurut E.B Hurlock (1980), hal-hal yang menpengaruhi kebahagiaan dalam masa awal anak-anak ada beberapa hal. Pertama, kesehatan. Ini dapat dibentuk dari perilaku hidup sehat, contohnya dengan membiasakan anak untuk berolahraga. Kedua, lingkungan yang mendukung. Diharapkan lingkungan di sekitar anak mendukung dalam kesempatan anak untuk menggunakan keterampilan baru yang dimilikinya. Ketiga, prestasi. Dengan aktif dalam kegiatan kompetisi olahraga, akan menciptakan prestasi baru yang dimilki anak dan akan meningkatan kepercayaan diri anak. Dan keempat, kedisplinan yang konsisten dan terstruktur.

Sehingga, bagi orang tua, tidak ada salahnya mengajak dan mengajarkan anak untuk gemar olahraga sejak dini. Agar kelak terbentuk karakter anak yang hobi berolahraga. Dan berfungsi sebagai pengembangan pribadi yang positif bagi anak.(aya)

Ditulis oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS)

Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran semester tujuh

Bariza Astari

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia