Kamis, 13 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Sragen

100 Komputer Bermasalah, Tes CPNS Molor

27 Oktober 2018, 22: 05: 59 WIB | editor : Perdana

ANTRE: Peserta ujian menunggu jam ujian di GOR Diponegoro Sragen. 

ANTRE: Peserta ujian menunggu jam ujian di GOR Diponegoro Sragen.  (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

SRAGEN - Pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS)  perdana Jumat (26/10) kemarin diwarnai kendala. Ada 100 perangkat komputer yang sudah disiapkan panitia bermasalah. Panitia pun terpaksa menambah sesi tes, dari tiga menjadi empat sesi.  

Salah satu peserta CPNS Asal Desa Kebonagung,  Kecamatan Tanon, Sragen Joko Wahono mengaku sedikit menyesalkan persiapan panitia.  Dia menyampaikan tidak semua perangkat komputer yang digunakan berfungsi.  

“Ada kendala jaringan dan PC (personal computer). Sehingga peserta yang seharusnya 450 orang hanya bisa dilayani 350 orang per sesi,” terang Joko kepada koran ini kemarin. 

Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Sragen Sarwaka tidak menampik bahwa memang ada kendala pada pelaksanaan tes CPNS pada hari pertama. Seharusnya setiap sesi diikuti 450 peserta, menjadi 350 Peserta. 

“Rencana dari tiga sesi menjadi empat sesi. Sesi kedua ini berlangsung selesai salat Jumat tadi,” papar Sarwaka.  

Pihaknya mengatakan, pada pelaksanaan pertama ada kendala sistem. Untuk menyiasati permasalahan tersebut, pihaknya mengubah dari rencana tiga sesi menjadi empat sesi. 

“Pelaksanaan pertama kali dimungkinkan belum semua sempurna. Kami harapkan pada pelaksanaan besok (hari ini) sudah siap semua,  450 perangkat komputer bisa beroperasi normal,” terang Sarwaka.  

Meski ada kendala, Sarwaka mengatakan bahwa jadwal per hari tetap diselesaikan sesuai rencana. Sragen pada hari pertama kemarin menyelesaikan 1.350 peserta.  Karena ada perpanjangan, maka pukul 18.30 baru selesai tes. Sementara untuk Kota Solo sudah bisa mulai menjalankan tes pada sesi keempat Sabtu (27/10).

Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan dan Pengadaan Pegawai BKPP Sragen Dwi Agus  Prasetyo menjelaskan, sistem yang bermasalah hanya masalah teknis. Persiapan sampai dinihari hanya 350 komputer yang bisa diseting jaringannya. 

Meski ada penambahan sesi pada pelaksanaan hari pertama,  namun tidak ada antrean.  Pelaksanaan di dalam gedung cukup lancar. Setelah pelaksanaan tes hari pertama berakhir, pihak panitia segera menseting 100 komputer yang belum berfungsi tersebut. Sehingga pelaksanaan pada hari kedua bisa berlangsung sesuai jadwal. 

Agus menuturkan, penjagaan dan pemeriksaan barang juga cukup ketat.  Jika peserta membawa barang yang tidak sesuai ketentuan bisa didiskualifikasi.

Sementara Sekretaris daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto menyampaikan, tidak ada masalah krusial. Pihaknya yakin masalah teknis di lapangan dapat diatasi,  termasuk belum beroperasinya 100 komputer yang disiapkan. 

“Itu karena daya sirkuit penampang kabel listrik tidak besar meski sudah lost strom, sehingga catu arus listriknya tidak bisa full, perlu penggantian kabel listrik dengan penampang yang besar,” jelas Sekda.  

Total peserta tes sendiri ada 43.197. Rinciannnya,  Sragen 2.922 peserta, Kota Solo 7.055 peserta, Boyolali 5.365 peserta, Klaten 3.938 peserta, Sukoharjo 5.433 peserta. Kemudian Wonogiri 5.656 peserta, Karanganyar 4.432 peserta, Blora 2.862 peserta dan Grobogan 5.534 peserta. (din/bun

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia