Rabu, 21 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Features

Kisah Cinta Bersemi di Lereng Gunung Lawu

Senin, 29 Oct 2018 08:00 | editor : Fery Ardy Susanto

Chaterine dan Vincent ketika mengikuti event lari di Gunung Semeru.

Chaterine dan Vincent ketika mengikuti event lari di Gunung Semeru. (DOK.PRIBADI)

KISAH unik hadir dari dua sejoli asal Kota Bengawan, Chaterine Chandra dan Vincent Na. Keduanya segera melangsungkan pernikahan awal 2019 . Pertemuan mereka pun tidak jauh-jauh dari dunia lari.

Pertemuan Chaterine dan Vincent terjadi saat mengikuti even lari di Gunung Lawu beberapa tahun lalu. Setelah kenal cukup dekat, kedua anak muda ini akhirnya memutuskan untuk membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius ke pelaminan.  

“Sebetulnya sudah saling kenal karena dulu satu sekolah. Vincent kakak kelas. Nah ketemu lagi waktu ada race di Gunung Lawu beberapa tahun lalu. Sejak saat itu makin dekat dan mulai menjalin hubungan serius,” jelas perempuan yang akrab disapa Catty ini kepada Jawa Pos Radar Solo.

Sungguh beruntung bagi mereka berdua. Hobi yang sama dan keinginan untuk berpetualang akhirnya membuat mereka makin rutin berkegiatan bersama. Baik hanya sekadar lari pagi hingga mengikuti perlombaan di jalur yang sulit dalam jarak tempuh yang cukup panjang sekalipun.

“Dulu ya sendiri-sendiri latihannya. Tapi setelah itu mulai ikut bareng. Jarak tempuh paling jauh 21 kilometer. Tapi kalau Vincent sudah sampai 42 kilometer,” terang dia.

Dua sejoli ini pun saling mendukung dalam setiap race yang mereka ikuti. Jika yang satunya kelelahan, yang satu akan mengurangi kecepatan. Begitu pula sebaliknya saat ada yang terasa ingin menyerah, yang satunya pun akan memberi suntikan semangat agar tetap bisa berjalan.

“Cerita paling lucu itu ketika di Mesastilla pada 2016 dengan jarak tempuh 10 kilometer. Waktu itu saya masih harus menyelesaikan 50 meter. Padahal waktu tinggal 20 detik dari yang disiapkan panitia. Jarak 50 meter itu buat saya sangat berat, karena tenaga sudah habis. Akhirnya Vincent harus lari narik saya baru bisa sampai garis finish. Nyeseknya finish saya hanya kelebihan 2 detik dari waktu yang ditentukan,” kenang Catty.

Hal lain yang cukup menggelitik adalah saat dirinya bersama calon suami mengikuti Holcim Superlong 2018. Saat itu, baru 8 kilometer saja dirinya sudah kelelahan. Setibanya di pos kedua dia terlihat sangat lega bisa beristirahat dan memulihkan kondisi sejenak. Seperti biasa, Vincent dengan sabar menunggu sang pujaan hati. Hingga suatu ketika tiba seorang kakek tua berusia 70 tahun yang masih terlihat bugar dan sangat bersemangat mengikuti perlombaan tersebut. Dari sana aksi usil Vincent mulai menggoda Catty agar kembali mau meneruskan perlombaan.

“Di benak saya, masa kalah sama kakek-kakek. Akhirnya semangat saya kembali dan bisa sampai finish,” kata Catty.

Di sisi lain, pasangan ini ingin terus berolahraga bersama. Kesamaan keinginan untuk mengeksplorasi lokasi yang sulit dijamah kendaraan seakan menjadi mimpi bersama untuk terus berkegiatan menerjang batas dalam segala medan. Hingga saat ini, belasan event pernah pasangan ini selesaikan bersama. Mulai dari kelas lokal hingga kelas internasional.

 “Mulai dari road sampai trail semuanya pernah. Tapi yang menarik kalau pas ikut kelas internasional. Kadang banyak hal menarik yang bisa kita pelajari dari sana,” kelakar Vincent.

Disinggung soal quality time terfavorit, sepasang kekasih ini kompak menjawab saat berolahraga. Kesibukan yang berbeda antara wiraswasta dan pekerja kantoran pun bisa diatasi dengan pengertian masing-masing yang tidak harus selalu berlatih bersama. Namun keduanya selalu bisa menyempatkan waktu untuk berlari bersama ke puncak gunung. Puncak Lawu biasanya dipilih mengingat keberadaannya yang paling dekat dengan Kota Bengawan.

“Kalau buat saya memang lebih positif kalau pacaran sambil olahraga dari pada menghabiskan waktu untuk hal yang kurang penting,” tutur Vincent. (*/bun)

(rs/ves/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia