Sabtu, 17 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Pelatnas Belum Dimulai, Atlet NPC Buat Program Latihan Sendiri 

Senin, 29 Oct 2018 16:38 | editor : Perdana

BANJIR KERINGAT: Atlet NPC Indonesia, Erens Sabandar (kanan) saat mengikuti kejuaraan Solo Open.

BANJIR KERINGAT: Atlet NPC Indonesia, Erens Sabandar (kanan) saat mengikuti kejuaraan Solo Open. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Setelah sukses terjun di ajang Asian Para Games 2018, para atlet National Paralympic Committee (NPC) ternyata menyebar ke kota asalnya masing-masing. Target mereka selanjutnya adalah mengikuti kejuaraan Asean Para Games di Filipina tahun depan. 

Beberapa atlet ternyata memutuskan untuk berlatih secara mandiri, dengan program peningkatan yang dirancangnya secara individual.

”Dari sisi persaingan Asean Para Games (APG) tentu lebih rendah ketimbang Asian Para Games, karena APG hanya di ikuti peserta dari Asia Tenggara. Tapi label Indonesia sebagai juara umum itulah yang membuat atlet juga terbebani. Jadi walau pelatnas belum dimulai, pantang untuk bersantai diri. Beban negara ke kita besar, dan persaingan jadi atlet juga berat. Jadi latihan rutin itu tetap wajib dilakukan,” terang salah satu atlet NPC dari cabor atletik, Erens Sabandar kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Dirinya mengakui fase ketika pelatnas tidak digelar seperti saat ini, tentu membuat atlet harus pindat membuat program latihan, yang bisa meningkatkan fisiknya.

”Atlet atletik tentu fisik harus tetap terjaga prima. Saya rutin mengikuti kejuaraan lari. Saat ini ikut dua event di Solo (Solo Open 10K, dan Vertical Run di Solo Paragon Mall). Setelah itu tanggal 3 (November) saya akan ke Ambarawa, dan setelah itu akan ikut kejuaraan di Lombok juga. Saya anggap ini seperti latihan biasa saja, namun dalam format lomba,” ucapnya yang di Asean Para Games 2017 di Malaysia sukses menyumbangkan tiga emas untuk Indonesia.

Usianya yang kini sudah menginjak angka 34 tahun, ternyata membuatnya semakin rutin memprogram diri dengan pola latihan yang benar. Dirinya menurutkan, selama pelatnas belum dimulai, salah satu langkah yang dia jalani adalah rutin mengikuti kejuaraan lari dari satu kota ke kota lainnya. Mulai dari kelas 10K, 20K, 50K, hingga Ultra 120K pernah diajalani.

”Saya senang ikut lomba lari yang umum seperti di Solo Open. Karena saya lihat motivasi masyarakat untuk hidup sehat cukup tinggi, jadi saya lihat event seperti ini sangat cocok rutin digelar di berbagai kota,” ucap pria asal Sulawesi Selatan tersebut. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia