Minggu, 18 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Lifestyle

Sastra Jingga, Transformasi Yamaha SR400 ala Boardtracker

Selasa, 30 Oct 2018 16:36 | editor : Fery Ardy Susanto

Sastra Jingga, Transformasi Yamaha SR400 ala Boardtracker

AURA boardtracker mengalir deras dari Yamaha SR400 kreasi Old Home Garage. Bengkel modifikasi motor yang ngendon di Kadipiro, Banjarsari, Solo ini. Yamaha SR400 disulap jadi ala boardtracker yang dijuluki "Sastra Jingga".

Ahmad Imron, 23, owner Old Home Garage ngaku awalnya oleh pemilik motor dari Jakarta hanya dikirim gelondongan mesin dan roda depan-belakang.

Urusan frame, tangki, dan bodi murni handmade dari tangan dingin Imron. Aroma boardtracker makin kental setelah diadopsi suspensi depan springer model cangkang. Dipermanis jok bikinan Dhemarnos.

“Bentuk joknya saya buat seperti sepeda karena biar konsep Boardtracker lebih greget. Kemudian saya balut dengan krakap kulit asli berwarna coklat gelap. Saya berikan tambahan per pada jok agar lebih enak saat mengendarainya. Karena konsep bagian belakangnya model rigi atau tanpa sok belakang,” terang Imron kepada Jawa Pos Radar Solo

Beralih ke kaki-kaki, Imron memberi Sastra Jingga velg ukuran lebar R21 punyaan TK, khas boardtracker. Teromol pakai bawaan Kawasaki KLX yang di-custom dengan rumah kampas dan gir belakang menyatu. Menambah kesan gahar, dipilih ban Avon dari Negeri Ratu Elizabeth.

Paling spesial dari Sastra Jingga, yakni persneling yang terbuat dari gagang kujang. Senjata tradisional masyarakat Sunda, Jawa Barat. Diletakkan di sisi kiri, bersebelahan dengan tangki.

“Pada intinya arti nama Sastra Jingga itu, walaupun motor sekilas biasa saja, tapi sebenarnya detailnya indah dan sangat menginspirasi,” klaim Imron.

Sentuhan berkelas Imron membawa Sastra Jingga juara 1 FFA Main Class pada Kustomfest 2017 di Jogjakarta, 7-8 Oktober. Lalu menyabet runner-up Indonesia Motor Custom Show 2018. (mg1/mg2/mg3)

(rs/fer/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia