Rabu, 21 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Sragen

Kasus Laka Lantas di Sragen Masih Tinggi

Rabu, 31 Oct 2018 10:24 | editor : Bayu Wicaksono

Gelar pasukan operasi Zebra Candi 2018 di Mapolres Sragen, Selasa (30/10).

Gelar pasukan operasi Zebra Candi 2018 di Mapolres Sragen, Selasa (30/10). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

SRAGEN – Operasi Zebra Candi 2018 digelar serentak di tanah Air. Di Sragen, fokus perhatian satlantas adalah menekan kasus kecelakaan yang menjadi tertinggi di Eks Karesidenan Surakarta. Sedangkan di Karanganyar menyasar pengendara di bawah umur yang belum memiliki SIM.

Selama Januari-Oktober sudah 99 orang meninggal dunia karena kecelakaan di wilayah hukum Sragen, serta 962 orang mengalami luka-luka.

”Dalam sepuluh bulan terakhir 962 orang mengalami luka-luka dengan kerugian material sekitar Rp 546 juta,” terang Kasat Lantas Polres Sragen AKP Dani Permana Putra usai gelar pasukan kemarin (30/10).

Pengendara yang terlibat kecelakaan mayoritas berusia 16-30 tahun. Adapun masing-masing profesinya yakni pelajar 245 orang, mahasiswa 19 orang, Polri delapan orang, TNI dua orang, PNS 28 orang, dan swasta 773 orang.

Tingginya kasus kecelakaan di Sragen, lanjut Dani, disebabkan Bumi Sukowati masuk jalur perlintasan Jawa Tengah-Jawa Timur dengan frekuensi kendaraan beragam ukuran cukup padat.

Adapun lokasi paling sering terjadi kecelakaan yakni jalur Sragen-Solo di Kecamatan Masaran, dan Ngrampal sampai Paldaplang. Kemudian jalur Solo-Purwodadi wilayah Gemolong, Sumberlawang; serta jalan kabupaten Tanon-Gemolong dan Tanon Sumberlawang.

”Wilayah tersebut selama ini menjadi black spot. Kami sudah mengusulkan pemberian median jalan serta pelebaran jalan dari dua lajur menjadi empat lajur,” terang dia.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman mengatakan, Operasi Zebra juga melibatkan unsur denpom, serta dishub.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Karanganyar AKP Faris Budiman menuturkan, pada operasi yang digelar selama dua pekan itu pihaknya fokus menertibkan pengendara di bawah umur yang kerap terlibat kecelakaan lalu lintas.

Kapolres Karanganyar AKBP Henik Maryanto menuturkan, anggotanya selalu bersikap tegas terhadap semua jenis pelanggaran lalu lintas. “Selain (pengendara) anak – anak, penggunaan handphone saat berkendara, melawan arus , berboncengan lebih dari satu, mengonsumsi narkoba, dan menggunakan kendaraan melebihi batas, kita lakukan penindakan,” ujarnya.

Henik berharap, dengan digelarnya Operasi Zebra, kedisiplinan masyarakat dalam berkendara bertambah sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

(rs/din/bay/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia