Rabu, 21 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Pancing Macan, Warga Membuat Jebakan Kandang Palsu 

Jumat, 02 Nov 2018 11:58 | editor : Perdana

Pancing Macan, Warga Membuat Jebakan Kandang Palsu 

KARANGANYAR – Adanya ancaman hewan buas yang diduga berjenis macan, yang diketahui sebelumnya menyerang sejumlah hewan ternak milik warga Dusun Sendang Rt 01, Rw 11, Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, dua hari yang lalu. 

Warga di Dusun Sedang, Kamis (1/11) malam terlihat sibuk membuat jebakan yang terbuat dari kayu dan bambu, yang nantinya dipasang di perkebunan desa setempat. Hal tersebut untuk memancing dan menangkap hewan buas yang sudah memakan sedikitnya delapan ekor kambing milik warga. 

Pantauan Radar Karanganyar di Dusun Sendang, Kamis (1/11) malam, warga bersama dengan sejumlah aparat dari kepolisian dan TNI, bersama – sama membuat kandang yang terbuat dari kayu. Kandang tersebut nantinya bakal diletakan di salah satu kebun milik warga dan rencananya bakal dipasangi seekor kambing untuk menarik hewan buas tersebut. 

Kepala Dusun Sendang Suwarno, saat ditemui Radar Karanganyar, mengungkapkan, pasca terjadinya pembantaian terhadap sejumlah hewan ternak oleh hewan buas yang diyakini macan, dengan tinggi kurang lebih satu meter tersebut, warga langsung membuat jebakan. Dengan harapan agar hewan buas tersebut nantinya dapat terpancing dan masuk dalam perangkap jebakan warga. 

“Warga akan meletakan kandang itu nanti didekat perkebunan dan dekat dengan hutan, dan atasnya akan kita tutup. Kandang sengaja kita buat dari kayu, kalau dari besi hewan itu tidak akan mendekat, dalamnya nanti akan kita beri satu ekor kambing, dan tentunya akan kita lakukan pengawasan dari jauh,” terang Suwarno. 

Lebih lanjut diungkapkan Suwarno, kejadian naas yang terjadi pada ternak warga tersebut terjadi baru sekali didusun Sendang. Warga menduga bahwa ancaman hewan buas yang menyerang ternak tersebut diduga lantaran kondisi di hutan lereng gunung lawu diduga kritis akibat musim kemarau yang berkepanjangan dan minimnya bahan makanan untuk hewan. 

“Macan itu sedang melahirkan juga bisa mas, memakan kambing untuk makanan anak – anaknya, atau mungkin karena kemarin banyak lahan lawu yang terbakar, jadi cadangan makanan dihutan habis. Karena baru pertama kali ini kejadian tersebut terjadi,” kata Suwarno. 

Sementara itu Pejabat sementara Kapolsek Tawangmangu, Iptu Ismugiyanto, saat ditemui Radar Karanganyar disela – sela melakukan pemantauan terhadap situasi di Dusun Sendang mengaku, jajaran kepolisian sudah melakukan antisipasi kepada warga yang dengan menyuruh warga yang mempunyai hewan ternak untuk dapat diamankan di tempat yang aman. 

Tidak hanya itu saja, warga yang biasanya keluar malam untuk persiapan berdagang untuk mencari teman atau bareng minimal dua orang. 

“Kita sudah lakukan himbauan ke warga khusunya yang punya ternak, agar ternak – ternak mereka aman, kemudian karena rata – rata warga didesa tersebut sebagian sebagai petai sayur dan pedagang, maka kami harapkan agar tidak keluar rumah sendirian saat dini hari untuk persiapan mengambil atau menjual sayurnya,” tegas Kapolsek. 

Jajaran Kapolsek sendiri juga mengaku pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan keberadaan populasi hewan buas yang ada di wilayah Tawangmangu. (Rud)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia