Minggu, 18 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Lifestyle

Tren Gaya Hidup Kekinian

Jumat, 02 Nov 2018 15:11 | editor : Perdana

ACTIVE WOMEN: Kebersamaan Olivia K. Sutantyo, Jenny Setiawan, Debby Setyo dan Neni Livia yang ikut meramaikan Hype Marketplace di A&M.Co, Solo.

ACTIVE WOMEN: Kebersamaan Olivia K. Sutantyo, Jenny Setiawan, Debby Setyo dan Neni Livia yang ikut meramaikan Hype Marketplace di A&M.Co, Solo.

Radarsolo.co.id - Lifestyle atau gaya hidup kaum urban, saat ini makin kompleks. Tak sekadar bicara kesehatan, mind atau pikiran, dan fashion atau busana. Tapi juga tentang aksesori yang bisa dipakai untuk berbagai kesempatan. 

Perkembangan lifestyle, saat ini selalu diikuti kalangan perempuan yang tak ingin ketinggalan tren. Seperti halnya acara bertajuk Hype Marketplace yang digelar di A&M  Co, Solo pada 2-4 November. Acara ini mempertemukan pelaku industri fashion dan lifestyle dengan para sosialita Solo dan sekitarnya. 

“Secara umum yoga merupakan healthy lifestyle, karena mengolah fisik dan pernafasan secara benar. Bahkan yoga lebih tepat disebut sebagai aktivitas healthy mind body and soul. Sehingga saya terpacu untuk membuka studio yoga di Solo, agar masyarakat bisa berlatih yoga bersama dengan benar,” papar Praktisi Yoga Solo, Olivia K. Sutantyo.

Gaya hidup yang sehat juga harus ditunjang penampilan yang berkualitas. Salah satunya dengan memanfaatkan kain printing berkualitas. Dengan diferensiasi produk yang dihasilkan, ternyata mampu memberikan alternatif terhadap desain busana.

“Sebagai produsen kain printing, kami tak sekadar melayani massive wholesale atau jumlah besar. Tapi dengan menggunakan teknologi baru berupa digital print, semuanya menjadi sangat fleksibel –baik dalam pengaplikasian maupun kuantitas pesanan,” jelas Owner L.Porter Fabrics, Debby Setyo.

Pengaplikasian semua hasil kain yang diproduksi bisa digunakan untuk berbagai macam produk. Mulai dari fashion, produk home craft berupa sofa, kursi, sarung bantal hingga handmade craft berupa dompet, tas, kaos, sepatu dan produk turunan lainnya. Kendati merupakan produk digital print, tapi harganya tetap affordable atau terjangkau.

Bicara fashion, tak bisa dipisahkan dari rancangan busana dari seorang desainer. Seperti rancangan terbaru desainer Solo, Neni Livia. Yang mengangkat koleksi dengan motif kontemporer dan dominasi warna cokelat. Termasuk menampilkan rancangan batik tulis ready to wear, bahkan ada pula desain dengan tabrak motif.

“Kali ini saya ingin menonjolkan model Bermuda, berupa tank top yang dipadupadan dengan rok lilit, celana kulot dan jogger pant. Koleksi ini berbeda dari rancangan sebelumnya. Terutama untuk menyasar segmen yang lebih berjiwa muda,” terang owner Batik Dayoni.

Dalam kesempatan itu juga ditampilkan koleksi unik, berupa aksesori berbahan silver atau perak. Menariknya desain perak yang diciptakan terinspirasi dari fenomena alam, maupun ikon-ikon yang ada Indonesia. Produk yang dihasilkan berupa gelang, kalung, cincin dan anting-anting.  

“Yang ingin saya suarakan lewat desain silver ini yaitu preserve nature atau pelestarian alam dan kepedulian terhadap bumi. Salah satunya mengangkat desain perak bermodel flora dan fauna Indonesia serta desain-desain geometrik,” ungkap owner Jenny J Silver, Jenny Setiawan. (edy)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia