Minggu, 18 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Jateng

Apotek K-24 Ditembak Orang Tak Dikenal

Senin, 05 Nov 2018 11:00 | editor : Fery Ardy Susanto

Kaca yang berlubang tertembus peluru di Apotek K-24 Sukun Raya Banyumanik, Semarang.

Kaca yang berlubang tertembus peluru di Apotek K-24 Sukun Raya Banyumanik, Semarang. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG - Apotek K-24 di Jalan Sukun Raya No 29 Kecamatan Banyumanik ditembak oleh orang tak dikenal. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski begitu, pihak kepolisian masih memburu pelaku dan mengungkap motif penembakan yang mengenai kaca bagian bawah apotek tersebut.

Peristiwa penembahkan itu terjadi Sabtu (3/11) sekitar pukul 01.00. Saat kejadian, apotek yang buka 24 jam ini dijaga San, 30, warga Pudakpayung Banyumanik, dan Rum, 21, warga Sidomukti, Salatiga.

"Keterangan saksi, saat kejadian mendengar seperti suara bolam pecah. Saat dicek, ternyata kaca depan samping kanan pintu bagian bawah pecah berlubang," ungkap Kapolsek Banyumanik Kompol Retno Yuli kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (4/11).

Saksi San dan Rum menduga kaca yang pecah tersebut terkena tembakan peluru. Selanjutnya kejadian itu dilaporkan ke Polsek Banyumanik, diteruskan ke Polrestabes Semarang. Begitu menerika laporan, Unit Inafis Polrestabes Semarang mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Dari hasil olah TKP, menemukan lobang kaca yang pecah berdiameter 4,5 mm," bebernya.

Hingga kemarin, peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan polisi. Dugaan sementara, kaca tersebut terkena tembakan bukan senjata api berpeluru tajam. "Diduga senjata angin, seperti peluru gotri kecil, bukan senjata tajam. Belum ditemukan pelurunya, cuma ada lubangnya," katanya.

Selain itu, Yuli juga menduga kejadian tersebut tidak ada unsur kesengajaan. Alasannya, tembakan tersebut mengarah di bagian bawah.

"Tidak ada faktor kesengajaan juga. Karena kenanya di kaca bagian bawah, tidak mengarah ke sesuatu. Untuk CCTV, di depan misalnya, ada orang menembak atau bagaimana juga tidak ada," ujarnya.

 Yuli menambahkan, pasca kejadian, pihaknya sempat menutup sementara apotek tersebut dan memasang police line. Namun kemarin pihaknya telah membuka police line tersebut dan apotek kembali beroperasi.

"Saya sudah memberikan arahan, seyogyanya saat buka malam paling tidak ada karyawan pria untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan," katanya. (mha/aro/JPG/fer)

(rs/fer/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia