Rabu, 21 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Warga Binaan Rutan Garap Lahan Tak Produktif 

Senin, 05 Nov 2018 17:43 | editor : Perdana

SEMANGAT: Warga Binaan Rutan Klas II B Wonogiri Menjalani Program Reintegrasi

SEMANGAT: Warga Binaan Rutan Klas II B Wonogiri Menjalani Program Reintegrasi (IWAN KAWUL/RADAR SOLO )

WONOGIRI – Sebanyak 69 warga binaan Rutan Kelas II B Wonogiri mengikuti program reintegrasi. Tujuan dari program tersebut adalah membuat para napi ini lebih produktif. Harapannya saat keluar dari rutan bisa menjadi lebih berguna di masyarakat. 

Kepala Rutan Kelas II B Wonogiri Urip Dharma Yoga mengatakan, para napi yang mengikuti program reintegrasi ini adalah mereka yang sudah melewati separuh masa hukumannya. Artinya, bila warga binaan divonis lima tahun mereka sudah menjalani selama 2,5 tahun masa hukuman. ”Ada kriteria untuk mengikuti program ini,” papar dia.

Berkaitan pemilihan warga binaan yang masuk dalam kriteria program ini adalah mereka yang terpantau tertib selama dalam rutan. Selain itu, juga harus melalui tahap sidang internal terlebih dahulu. Dalam rutan sendiri ada tim pengamat yang akan menilai para warga binaan. ”Kelakuannya bagaimana, apakah pernah melanggar aturan. Jadi ya tidak semua bisa,” katanya. 

Dia mengatakan, ada sebanyak 69 napi di Rutan Kelas II B Wonogiri yang mengikuti program ini. Dari jumlah tersebut ada 20 warga binaan yang mengikuti program pertanian. Mereka nantinya akan melakukan pengolahan lahan yang tidak produktif di dalam rutan. Dia mengatakan, total luas rutan saat ini 4,1 hektar.

Terkait pengolahan lahan kosong dalam rutan sendiri pihaknya sudah bekerjasama dengan Dinas Pertanian Wonogiri. Selain pertanian, para warga binaan ini juga akan melakukan kegiatan sosial di dalam rutan. Mereka akan melakukan kegiatan bersih-bersih dalam rutan agar suasana juga makin baik. 

Urip berharap kedepan para warga binaan bisa mengambil sisi positif dari kegiatan ini dan bisa membawanya ke masyarakat. Dengan pengalaman yang mereka miliki tentu mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik. 

”Sebanyak 20 warga binaan yang mengikuti program reintegrasi ini menggarap lahan tak produktif. Sementara, untuk sisanya mereka melakukan kerja sosial bersih-bersih di dalam rutan,” papar dia. (kwl/yan)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia