Rabu, 21 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Sragen

Investasi RS Fokus ke Sragen Utara 

Senin, 05 Nov 2018 20:10 | editor : Perdana

SIMBOLIS: Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat meresmikan RS Saras Ibnu Sina Sukowati, Nglorog, Sabtu (3/11). 

SIMBOLIS: Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat meresmikan RS Saras Ibnu Sina Sukowati, Nglorog, Sabtu (3/11).  (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO )

SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati memfokuskan investasi fasilitas kesehatan di wilayah Sragen Utara. Sebab, lokasi tersebut membutuhkan dan lokasinya jauh dari Kota. 

Yuni mengatakan, beberapa waktu lalu ada investor yang datang padanya dan menawari untuk membangun rumah sakit. Mereka ingin membangun rumah sakit di wilayah Sragen Kota. Bila diizinkan, dia juga diberi iming-iming dana Pilkada pada 2021 nanti. ”Saya menolaknya, fasilitas kesehatan seperti rumah sakit kalau mau dibangun di Sragen Utara disana membutuhkan,” katanya dalam peresmian RS Saras Ibnu Sina Sukowati, Nglorog, Sabtu (3/11). 

Menurut dia, RS di wilayah Sragen selatan sudah cukup banyak. Bahkan dalam satu wilayah ada tiga rumah sakit seperti di Kampung Taman Asri dan Kroyo. Yuni berharap ada investor yang menginvestasikan modal mereka ke wilayah utara. Dia memperkirakan pasarnya cukup bagus karena bisa menampung pasien dari Grobogan dan Boyolali. Pihaknya juga sudah berkomitmen untuk ada RS baru di utara Sungai Bengawan.

Yuni menjelaskan, tahun ini Pemkab Sragen sudah membebaskan lahan di Tangen, yang akan dibangun RS tipe D. Menurut dia pembangunan tahap I gedung RS itu dimulai tahun 2019 dengan anggaran daerah. Namun, pembangunan RS tersebut menurut dia harus bertahap mengingat keterbatasan anggaran Sragen. Apalagi kebutuhan anggaran untuk membangun gedung RS tersebut mencapai Rp 25 miliar.

Soal Beroperasinya RS Saras Ibnu Sina ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan janji kampanye.  Pada masa kampanye Pilkada Sragen 2015 silam dia berjanji akan berdiri empat RS baru tipe D di Sragen. ”Saya bersyukur karena setiap rapat dengan DPRD dikejar-kejar untuk mewujudkan janji menuntaskan misi dan visi menyediakan sarpras kesehatan yang layak bagi warga Sragen,” tutur Yuni.

Sedangkan Direktur RSU Saras Ibnu Sina Sukowati, Agus Atmanta, menjelaskan RS tipe D itu memiliki 70 bangsal perawatan. RS berdiri di lahan seluas 1,87 hektar. sementara mampu menampung pasien rawat inap sejumlah 76 orang. (din/yan)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia