Rabu, 21 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Tanah Pecah-Pecah, Jadi Objek Swafoto

Selasa, 06 Nov 2018 14:50 | editor : Perdana

JADI LAPANGAN: Volume air Waduk Mulur terus menyusut dan menyisakan tanah yang pecah-pecah.

JADI LAPANGAN: Volume air Waduk Mulur terus menyusut dan menyisakan tanah yang pecah-pecah. (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

SUKOHARJO – Kondisi Waduk Mulur di Kecamatan Bendosari yang kering kerontang malah mengundang rasa penasaran masyarakat. Mereka menjadikan lokasi tersebut sebagai objek berswafoto. Terutama di sisi sisi timur waduk yang tanahnya pecah-pecah karena lama tak tersentuh air.

Warga yang doyan selfie dan wifie tidak sekadar mengandalkan kamera smartphone-nya. Agar lebih indah, ada yang kreatif membentuk potongan bambu menyerupai bentuk hati.

Agung, 56, penduduk setempat menerangkan, mayoritas yang berswafoto di Waduk Mulur adalah kalangan remaja. ”Biasanya mereka menunggu momen sunset. Lebih banyak yang berfoto-foto dibandingkan memancing,” ujar dia kemarin (5/11).

Warga lainnya bernama Joko menambahkan, sudah cukup lama Waduk Mulur mengering. Yang paling parah yakni di sisi timur. Akibatnya, petani kesulitan mendapatkan air. Begitu pula petani karamba. Aktivitas memelihara ikan air tawar tidak dapat optimal.  Namun, mereka masih bisa memanfaatkan air waduk di sisi selatan. 

Sementara itu, selain Waduk Mulur, waduk lainnya mengalami hal serupa akibat hujan tak kunjung datang. Sejumlah elemen masyarakat pun telah menggelar Salat Istisqa untuk meminta hujan. (yan/wa)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia