Minggu, 18 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

BPBD Peringatkan 212 Desa Zona Merah Longsor

Rabu, 07 Nov 2018 19:39 | editor : Perdana

BPBD Peringatkan 212 Desa Zona Merah Longsor

WONOGIRI – Menjelang musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri mengingatkan potensi banjir dan tanah longsor di sebanyak 212 desa/keluarahan yang tersebar di 23 kecamatan. 

Peringatan tersebut agar warga lebih waspada. "Setidaknya 73 desa di 23 kecamatan rawan banjir, sedangkan 139 desa di 25 kecamatan rawan tanah lonsor," jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonogiri Bambang Hariyanto, Selasa (6/11).

Salah satu upaya meminimalkan dampak bencana, lanjut Hariyanto, yakni dengan memangkas ranting pohon di sekitar permukiman dan turus jalan, serta membersihkan sungai, saluran air, dan luweng. 

"Hindari rekahan tanah, menambalnya atau mengalihkan aliran air jauh dari rekahan," pesan Bambang. Dia juga meminta masyarakat menjauhi tanah lapang saat cuaca mendung guna menghindari potensi tersambar petir. 

Berdasarkan pendataan BPBD sejak Januari-Oktober, tercatat dua warga meninggal dan dua lainnya terluka. Rinciannya, satu meninggal akibat angin puting beliung di  Gunungsari, Jatisrono; satu meninggal karena kebakaran di Joho, Jatisrono; satu orang luka karena angin puting beliung di Joho, Pracimantoro, dan satu luka akibat longsor di Pidekso, Giriwoyo. 

Terkait jenis bencana, telah terjadi tujuh kali banjir, 37 kali tanah longsor, 38 kali angin puting beliung, 60 kali kebakaran, tiga kali tanah bergerak, dua kali tanah amblas. 

"Kami siapkan karung, kawat bronjong, plastik untuk antisipasi banjir serta persiapan logistik kebutuhan pangan dasar pengungsi dan obat-obatan," terangnya. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia