Rabu, 21 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Program RLTH Bakal Dijadikan Satu Pintu

Rabu, 07 Nov 2018 21:30 | editor : Perdana

BIKIN LEGA: Bupati Karanganyar saat memberikan bantuan RTLH kepada warga miskin di Karanganyar

BIKIN LEGA: Bupati Karanganyar saat memberikan bantuan RTLH kepada warga miskin di Karanganyar (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

KARANGANYAR –Pemkab Karanganyar merencanakan melakukan evaluasi dan inventarisasi ke sejumlah keluarga miskin yang memiliki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), khususnya di sejumlah wilayah di 17 kecamatan di Bumi Intanpari.

Program RTLH sendiri bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di Karangayar. Inventarisasi ini juga untuk mendata jumlah pasti warga miskin yang berhak mendapat bantuan RTLH.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengungkapkan, selama ini bantuan RTLH telah digalakan oleh pemerintah kabupaten Karanganyar, namun sumber pendanaannya berbeda-beda, dari pemerintah kabupaten melalui Bapermasdes, sedangkan dari Pemerintah Provinsi melalui Dishub PKP, kemudian dari Pemerintah Pusat melalui Dinas Sosial, dan beberapa Dinas lagi juga mengurusi program RTLH.

”Rencana 2019 nanti mau saya singkronkan, berapa jumlah kongritnya itu. Karena masing-masing OPD atau dinas itu berbeda-beda. Saya mau jadikan untuk program RTLH itu bagaimana nanti jika satu pintu, biar nanti pendataannya itu enak, dan bisa merata,” kata Bupati, saat ditemui Radar Solo usai melakukan penyaluran Bankeu Provinsi untuk RTLH di Karanganyar.

Orang nomor satu di kalangan pemerintahan Kabupaten Karanganyar itu memperkirakan masih ada sekitar 5 sampai 6 ribu keluarga miskin yang tercatat belum tersentuh program RTLH. 

Bupati berupaya, dalam masa kepimpinannya dua periode tersebut, kemiskinan Karanganyar akan dapat terselesaikan.

”Setiap tahun pemerintah itu menyalurkan kuota untuk pemberian bantuan program RTLH, yang rata-rata sekitar 1000 sampai 1500 unit, dan besarnya memang kita samakan. Bantuan tersebut dari APBD, jadi beda lagi dengan dari APBN atau APBD Provinsi,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, bupati nantinya akan bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik untuk melakukan pengecekan ke lapangan dan melakukan pendataan terhadap sejumlah desa yang memang masih membutuhkan bantuan program RTLH. (rud/nik)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia