Rabu, 21 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Bandel, Pedagang Sekaten Bisa Digusur

Rabu, 07 Nov 2018 22:55 | editor : Fery Ardy Susanto

Wahana permainan anak di Sekaten Alun-Alun Kidul mulai didirikan.

Wahana permainan anak di Sekaten Alun-Alun Kidul mulai didirikan. (FERI KURNIAWAN/RADAR SOLO)

SOLO - Anggota Satpol PP Surakarta menertibkan sejumlah pedagang Sekaten di Alun-Alun Utara, Rabu (7/11). Itu karena posisi lapak pedagang di Jalan Paku Buwono dan sebagian city walk sekitar gapura Gladag bisa menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Kabid Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat Agus Sis menuturkan, penertiban sekaligus memberikan informasi tentang aturan penggunaan fasilitas publik sebagai sarana berdagang selama Sekaten.

"Pihak panitia Sekaten telah memberikan tembusan pemberitahuan kepada pemkot untuk penggunaan fasilitas publik. Sudah diizinkan asal tidak mengganggu kepentingan publik lainnya, seperti lalu lintas,” urai Agus Sis kepada Jawa Pos Radar Solo. 

Pedagang Sekaten, lanjut Agus, diizinkan menempati sebagian Jalan Paku Buwono. Namun, keberadaan mereka difokuskan melingkar di sepanjang tembok (pagar) Alun-Alun Utara.

Artinya, bagian terluar dari ruas jalan itu wajib steril pedagang. Begitu pula dengan penempatan pedagang di city walk sekitar gapura Gladag. Pedagang yang diberi izin hanya mereka yang menjual makanan dan mainan tradisional.

"Yang melanggar akan kami pindah lapaknya karena lokasi sudah ditentukan," tegasnya.

Pedagang juga dilarang berjualan di Jalan Supit Urang karena volume kendaraan cukup padat. "Kami mendapat keluhan dari panitia Sekaten karena ada sejunlah pedagang menempati lokasi tidak sesuai,” terangnya.

Ditambahkan Agus, selama pelaksanaan pasar rakyat Sekaten dari 5-26 November, seluruh pedagang harus mematuhi aturan agar tidak mengganggu kepentingan publik lainnya.

Salah seorang pedagang Sekaten asal Jepara, Yanto Bisri, 31, sudah beberapa hari terakhir menempati lapak di timur pintu gerbang Pasar Klewer. Dirinya berharap Sekaten tahun ini jauh lebih meriah dibandingkan sebelumnya.

"Tahun lalu tidak terlalu ramai. Soalnya kegiatan terpisah di dua lokasi,” jelas penjual gerabah itu.

Yanto memahami penertiban yang dilakukan Satpol PP. Sebab, jika tidak diatur, maka kemacetan bisa semakin parah.

"Kalau pedagang sudah ditata panitia, nanti ada pedagang lain yang datang dan buka lapak di depan (lapak terdahulu, Red). Itu yang ganggu jalan dan menghalangi dagangan kami yang sudah daftar lebih dulu," urainya. (ves/wa)

(rs/ves/fer/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia