Minggu, 18 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Bekas Makam Bakal Jadi Taman Cerdas

Kamis, 08 Nov 2018 09:00 | editor : Fery Ardy Susanto

Bekas tempat pemakaman umum di Kelurahan Kerten, Laweyan yang akan dijadikan taman cerdas.

Bekas tempat pemakaman umum di Kelurahan Kerten, Laweyan yang akan dijadikan taman cerdas. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Ratusan makam di tempat pemakaman umum (TPU) di RT 01 RW 03, Kelurahan Kerten, Laweyan selesai dibongkar. Rencananya, lahan tersebut bakal dijadikan lokasi taman cerdas Kerten.

“Kami baru bisa menyelesaikan relokasi makam pertengahan tahun ini,” Lurah Kerten Farida kemarin (7/11). Menurut dia, pembangunan Taman Cerdas Kerten sudah direncanakan sejak 2016. Tapi, terkendala masalah relokasi makam.

Untuk relokasi makam butuh waktu cukup lama karena melibatkan banyak ahli waris. Sedangkan untuk biaya pembongkaran makam ditanggung pemkot. 

“Kami hanya meminta ahli waris menyaksikan pembongkaran makam lalu dipindahkan ke TPU terdekat. Tiap ahli waris mendapatkan ongkos bongkar senilai Rp 2 juta. Total ada sebanyak 307 makam yang selesai dibongkar,” urainya.

Ditambahkan Farida, pada pembahasan APBD 2019, pihaknya mengajukan anggaran senilai Rp 2,7 miliar. Pengajuan tersebut disetujui DPRD Surakarta. Rencananya lelang pembangunan taman cerdas baru bisa dilakukan awal tahun depan.

“Kami perkirakan pembangunan taman cerdas selesai akhir tahun depan. Luas lahan makam sekitar 765 meter persegi. Sementara sertifikat tanah makam milik pemkot,” jelas dia.

Saat ini, pihak Kelurahan Kerten sedang melakukan review detail engineering design (DED). Review DED dilakukan karena harus menyesuaikan dengan luas lahan. Fasilitas yang akan di taman cerdas antara lain perpustakaan, ruang internet, wahana permainan, pendapa, dan ruang kesenian.

“Kami akan membuat taman cerdas terbuka mirip seperti pendapa di balai kota Solo. Tanpa ada pagar penutupnya,” katanya.

Sementara itu, Baydowi, warga setempat mengatakan, warga mendukung rencana pembangunan taman cerdas. Pada saat pembongkaran makam, banyak warga menjadi sukarelawan membantu pembongkaran makam. 

“Kami berharap taman cerdas ini bisa menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul dan bersosialisasi. Selama ini warga susah mencari tempat berkumpul dan bermain bagi anak,” ucap dia. (atn/wa)

(rs/atn/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia