Minggu, 18 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Kantor Bank Danamon Dihibahkan untuk Kantor Dinas Pariwisata

Kamis, 08 Nov 2018 10:00 | editor : Fery Ardy Susanto

Kompleks Benteng Vastenburg yang dikelola pemkot bertambah luas.

Kompleks Benteng Vastenburg yang dikelola pemkot bertambah luas. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Pemkot bakal menerima hibah tanah dan bangunan Bank Danamon di kompleks Benteng Vastenburg. Bangunan tersebut bakal digunakan sebagai kantor dinas pariwisata.

Pihak Bank Danamon memastikan proses hibah akan berlangsung dalam waktu dekat. Rencananya, pekan depan seluruh operasional dan pelayanan bank sudah berpindah ke kantor baru di Jalan Urip Sumoharjo.

“Sekarang tinggal menyelesaikan urusan administrasinya. Harus ada surat menyurat, hitam di atas putih yang menunjukkan bahwa bangunan itu dihibahkan ke pemkot. Tanggal 10 nanti Danamon sudah tidak di situ,” kata Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, Rabu (7/11).

Surat permohonan hibah, lanjut Rudy, akan diselesaikan oleh sekretaris daerah dalam waktu dekat. Hibah itu didasari permintaan pemkot kepada Danamon atas tanah dan bangunan tersebut agar dapat dimanfaatkan. Posisi bangunan yang berada di sekitar Benteng Vastenburg menjadi pertimbangan tersendiri.

“Kenapa harus hibah? Karena pemkot nggak punya kemampuan keuangan kalau suruh membeli. Kan pas juga kalau dipakai dinas pariwisata karena berada di sekitar bangunan cagar budaya,” ungkap dia.

Sebelum Danamon, pemkot juga mengakuisisi lahan di sekitar Benteng Vastenburg lainnya. Seperti lahan di samping Bank Danamon yang belum lama ini diserahkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Kekayaan Negara kepada pemkot untuk dikelola. Oleh pemkot, lahan tersebut dijadikan lahan parkir dan Gladag Langen Bogan baru.

“Harapannya satu kawasan itu bisa kami kelola semuanya. Sementara masih terkendala kepemilikan privat,” katanya.

Asisten Administrasi Umum Setda Pemkot Surakarta Eny Tyasni Suzana mengatakan, Benteng Vastenburg kini menjadi destinasi wisata yang produktif. Di dalam benteng kini digunakan untuk berbagai acara kesenian, kebudayaan maupun acara pemkot lainnya. Hal itu menjadi iklim positif bagi dunia pariwisata di Kota bengawan.

“Kalau parkir di halaman enteng, kemudian sambil menunggu atau setelah belanja batik dan keliling keratin, bisa mampir di acara-acara yang ada di benteng,” ungkapnya. (irw/wa)

(rs/irw/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia