Rabu, 27 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Wayang Milenial Bidik Anak Zaman Now

08 November 2018, 11: 33: 58 WIB | editor : Perdana

JADI TERTARIK: Siswa TK Surya Mentari melihat wayang milenial hasil karya mahasiswa ISI Surakarta.

JADI TERTARIK: Siswa TK Surya Mentari melihat wayang milenial hasil karya mahasiswa ISI Surakarta. (SEPTINA FADYA PUTRI/RADAR SOLO)

SOLO – Seiring berkembangnya zaman, ternyata banyak bermunculan wayang dengan bentuk yang lebih kekinian. Karakter gaya-gaya kartun maupun PopArt membawa perubahan besar dalam dunia perwayangan.

Banyak pihak menyebutnya dengan istilah wayang milenial. Dari sisi fungsi tentu beragam, dari sisi bentuk juga tak lagi full berpatokan pada bentuk wayang tradisional. 

Gambar wayang milenial lebih futuristik dan kadang lebih menyerupai manusia. Walau begitu tetap tanpa meninggalkan pakem wayang. Kreasi baru ini sangat cocok diterapkan untuk mengenalkan wayang kepada masyarakat yang lebih luas, khususnya diperuntukan untuk anak-anak.

”Wayang milenial merupakan wayang kreasi baru. Bukan untuk melanggar pakem, tetapi menginterpretasikan wayang dalam wajah baru. Dinamakan wayang milenial karena dibuat oleh mahasiswa yang lahir di era milenial,” beber Dosen Pengampu Mata Kuliah Ilustrasi Terapan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Rendya Adi Kurniawan kepada Jawa Pos Radar Solo 

Salah satu yang mengembangkan wayang milenial adalah para mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) FSRD ISI Surakarta.mahasiswa ISI semester ketiga bahkan memerkan wayang milenial tersebut kepada anak-anak di TK Surya Mentari, kemarin.

 Rendya mengungkapkan pembuatan karakter tokoh wayang harus melalui riset terlebih dahulu.

”Penggambaran wayang yang lebih futuristik, berbeda dengan tampilan klasik yang pakem. Harapannya mampu menyedot perhatian anak-anak. Tampilan wayang yeng lebih berwarna, wayang milenial bisa menjadi terobosan baru untuk menggiring minat anak dalam belajar mengenal apa itu wayang,” sambungnya.

Bertepatan dengan Hari Wayang Sedunia, Rendya bersama mahasiswanya mengenalkan 60 karakter tokoh wayang milenial di hadapan 80 siswa TK Surya Mentari, kemarin. Antusiasme para siswa pecah saat melihat puluhan karakter wayang milenial tersebut dijejer di atas pelepah pisang. Mereka nampak tak sabar ingin segera berkenalan dengan satu persatu karakter wayang milenal tersebut.

Mulai dari bentuk, nama, suara, dan karakteristik masing-masing tokoh wayang. Puas berkenalan, kegiatan dilanjutkan dengan menggambar karakter wayang dan bermain memainkan wayang milenial tersebut.

”Dari sini anak-anak akan mengenal secara umum karakter wayang sambil ikut merayakan Hari Wayang Sedunia. Semoga dengan wayang milenial ini anak-anak lebih familiar dengan wayang,” kata Rendya.

Kepala TK Suraya Mentari, Parwanti merespon positif kegiatan ini. Menurutnya, dengan kegiatan ini para siswa bisa lebih mencintai wayang sebagai warisan budaya.

”Lebih mengenal sejak dini sampai mereka dewasa kelak. Mereka tetap mengenal kebudayaannya, terutama wayang. Selama ini, kami sudah mengenalkan Budaya Jawa lainnya melalui mata pelajaran Bahasa Jawa dan ekstrakurikuler seni tari,” tandasnya. (mg4/mg5/aya/nik)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia