Minggu, 18 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Peserta Pemilu Belum Tertib Laporan STTP

Kamis, 08 Nov 2018 11:55 | editor : Perdana

BERIKAN SUARAMU: Aksi peduli kampanye damai di gelaran car free day Jalan Slamet Riyadi.

BERIKAN SUARAMU: Aksi peduli kampanye damai di gelaran car free day Jalan Slamet Riyadi. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Tidak sedikit calon anggota legislatif (caleg) dan partai politik peserta pemilu 2019 yang belum memahami pentingnya ketentuan surat tanda terima pemberitahuan (STTP) sebelum pelaksanaan kampanye.

Karena itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surakarta melayangkan surat kepada partai politik (parpol) peserta pemilu dan tim pemenangan pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden di Kota Bengawan.

Ketua Bawaslu Surakarta Budi Wahyono menjelaskan, sebelum melaksanakan kampanye, baik pengurus parpol, caleg, maupun perseorangan dan lembaga organisasi yg ditunjuk peserta pemilu maupun tim pemenangan paslon wajib memberitahukan kegiatan kampanye kepada kepolisian, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Surakarta.

“Surat tersebut mestinya diberikan maksimal satu hari sebelum kampanye,” ujarnya. Regulasi tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7/2017, Peraturan KPU 33/2018 perubahan Peraturan KPU 23/2018, Peraturan Bawaslu nomor 28/2018, dan  Peraturan Kapolri nomor 6/2012. 

Sayangnya, peraturan tersebut belum banyak dipahami peserta kampanye. “Intinya, kegiatan kampanye tidak liar dan memastikan legal serta dijamin keamanannya. Dengan STTP dari kepolisian, maka kegiatan on the track,” ujar Budi.

Anggota Divisi Penindakan Bawaslu Kota Surakarta Popy Kusuma Nataliza meminta surat imbauan dari bawaslu dilaksanakan para caleg dan pengurus parpol peserta pemilu. Kegiatan yang tanpa pemberitahuan maka bisa disanksi pelanggaran administrasi, yaitu teguran tertulis sampai pemberhentian dan larangan kampanye. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia