Minggu, 18 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Lahan Pasar Darurat Terbatas, Kios TPID Bulog dan RPK Jadi Satu

Kamis, 08 Nov 2018 12:10 | editor : Perdana

TERDAMPAK: Aktivitas sejumlah pedagang di emperan kios Pasar Legi yang terbakar, baru-baru ini. Kios TPID dan RPK Bulog yang terbakar akan menempati pasar darurat.

TERDAMPAK: Aktivitas sejumlah pedagang di emperan kios Pasar Legi yang terbakar, baru-baru ini. Kios TPID dan RPK Bulog yang terbakar akan menempati pasar darurat. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Kios Rumah Pangan Kita (RPK) di Pasar Legi yang terbakar, Senin (29/10) akan dibuka kembali. Perum Bulog Subdivre III Surakarta berencana membukanya kembali di pasar darurat. Dijadikan satu dengan kios milik Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Surakarta demi efisiensi lahan. 

Kepala Perum Bulog Subdivre III Surakarta, Titov Agus Sabelia menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta terkait kios RPK yang terbakar. Rencananya kios akan ditempatkan di pasar darurat. Bahkan disdag telah menyediakan space-nya.

”Setelah berkoordinasi dengan Disdag, kios akan tetap kami tempatkan di Pasar Legi. Yakni di pasar daruratnya,” terang Titov kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (7/11). 

Hanya saja, Bulog masih menunggu pengerjaan pasar darurat oleh Pemkot Surakarta. Setelah kios RPK siap, Bulog otomatis akan langsung menyuplai kebutuhan sembako di Pasar Legi. ”Koordinasi dengan Pemkot Surakarta terus kami lakukan untuk kembali membuka kios RPK ini,” tandasnya.

Ke depan, selain kios RPK, juga akan ada kios TPID. Menempati satu lokasi. Sehingga nantinya akan terpusat pemantauan harga melalui pasar-pasar induk. Termasuk pencatatan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS). Bisa bekerja sama dengan Bulog dan TPID. Lokasinya tidak hanya di Pasar Legi saja, namun juga di Pasar Gede dan Pasar Nusukan. 

Kios TPID dan RPK ini akan menjadi pusat suplai komoditas pangan. Selain Bulog, BUMD juga akan dilibatkan sebagai penyedianya. Selain memudahkan masyarakat, juga memudahkan pemerintah dalam menstabilkan harga barang.

Sementara itu Wakil Ketua TPID Surakarta, Bandoe Widiarto menambahkan, saat ini pihanya sedang mematangkan rencana pembuatan kios TPID. Ada dua pasar yang kemungkinan bisa ditempati kios ini. Yakni Pasar Nusukan dan Pasar Gede.

Sementara untuk Pasar Legi, masih belum bisa ditempati. Karena masih dalam masa recovery. ”Untuk modelnya seperti apa, akan kami bahas lebih lanjut. Namun yang jelas untuk kios ini TPID akan menggandeng Bulog. Apalagi Bulog juga sudah memiliki kios RPK. Terkait komoditas yang akan disediakan, pastinya komoditas kebutuhan sehari-hari,” tandasnya. (vit/fer)

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia