Minggu, 18 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Sidak Pasar, Dinkes Temukan Teri Berpengawet Mayat

Kamis, 08 Nov 2018 12:30 | editor : Perdana

VALID: Kepala Dinas Kesehatan Wonogiri Adhi Dharma pimpin uji sampel makanan kemarin (7/11).

VALID: Kepala Dinas Kesehatan Wonogiri Adhi Dharma pimpin uji sampel makanan kemarin (7/11).

WONOGIRI – Hati-hati ketika berbelanja bahan makanan di Pasar Wonogiri Kota. Sebab, beberapa jenis bahan makanan positif mengandung formalin dan pewarna. 

Itu diketahui setelah dinas kesehatan (Dinkes) Wonogiri bekerja sama dengan persatuan ahli teknologi laboratorium medik Indonesia (Patelki) melakukan tes kandungan bahan pengawet dan pewarna makanan di sejumlah kios.

Kepala Dinkes Wonogiri Adhi Dharma mengatakan, sampel makanan tersebut dites kolorimetri atau tes perubahan warna untuk mendeteksi kandungan berbahaya bahan pengawet maupun pewarna makanan.

Sampel yang diuji seperti teri, cumi-cumi, bandeng dan kerupuk. Masing-masing sampel dimasukkan ke dalam cairan yang awalnya berwarna bening tapi dengan cepat berubah menjadi ungu.

"Ini tandanya ada kandungan bahan pengawet berbahaya berupa formalin cukup tinggi," kata Adhi Dharma, Rabu (7/11). 

Sedangkan sampel ikan bandeng dan layur, saat dimasukan dalam cairan uji, tidak terjadi perubahan warna. Artinya, aman dikonsumsi. Sedangkan sampel rengginang dan kerupuk mengandung bahan pewarna rodamin b yang biasa digunakan untuk pengawet sintetis kain atau kertas.

"Sangat berbahaya jika dikonsumsi karena bersifat karsigenik, bisa memicu kanker. Kita rekomendasikan untuk mengembalikan ke agen," ungkap Adhi. Sedangkan sampel rengginang dinyatakan negatif bahan pengawet. 

Ditambahkan kepala dinkes, pemeriksaan sampel makanan tersebut merupakan rangkaian Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54. Kegiatan lainnya yakni menggelar pengobatan gratis penyakit tidak menular (PTM), serta bakti sosial bersih-bersih lingkungan pasar.

"Ini sifatnya sebatas pembinaan kepada pedagang dalam rangka HKN. Pedagang harus lebih pandai memilih dan memilah jualannya. Ke depan kami akan terus melakukan pembinaan dengan pendekatan personal. Seperti ikut memberikan sosialisasi saat pertemuan paguyuban pedagang pasar secara rutin," beber Adhi Dharma.

Ironisnya, kalangan pedagang pasar mengaku tidak tahu menahu jika bahan makanan yang mereka jual mengandung bahan-bahan kimia berbahaya. Mereka menyebut bahan makanan itu dipasok oleh distributor asal Kota Solo.

"Baru tahu kalau ada bahan pengawetnya ya setelah dites ini tadi. Nanti kalau sudah habis saya tidak mau ambil lagi," ujar pemilik toko kelontong di Pasar Wonogiri Kota Lasiyem. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia