Minggu, 18 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Olahraga

719 Atlet Siap Unjuk Gigi, Peparprov Jateng di Kota Solo

Kamis, 08 Nov 2018 13:05 | editor : Perdana

POTENSIAL: Salah satu atlet panahan NPC tengah berlatih di lapangan Jagalan Solo.

POTENSIAL: Salah satu atlet panahan NPC tengah berlatih di lapangan Jagalan Solo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Kota Solo jadi kontingen terbanyak dalam ajang Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jawa Tengah yang akan dipusatkan di Kota Solo (13-16/11).

Tercatat ada sekitar 719 atlet yang akan terjun di kejuaraan ini. Solo jadi kontingen terbanyak, yakni tercatat akan diwakili oleh 60 atlet. Kontingen lain yang cukup banyak menurunkan atlet terbaiknya adalah kontingen Purbalingga (55 atlet), Klaten (53 atlet), Jepara (52 atlet), Salatiga (49 atlet), hingga Sragen (45 atlet).

”Ada 33 kontingen yang akan ikut serta di even ini, walaupun hingga saat ini kita masih menunggu perwakilan dari Kabupaten Tegal dan Kota Pekalongan untuk bis aikut serta. Dua NPC daerah tersebut baru terbentuk, dan kita yakin di lokasi mereka sudah ada atlet binaanya,” terang Ketua NPC Jateng,  Osrita Muslim kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Direncanakan akan ada sembalan cabor yang akan digelar. Mulai dari atletik, angkat berat, bulu tangkis, catur, goalball, panahan, renang, tenis meja, dan tenpin bowling. 

”Kami memberikan kuota kepada 600 peserta, yang nantinya akan kita kumpulkan di  Asrama Haji Donohudan. Ternyata banyak pendaftar di luar kuota daerah tersebut yang mau ikut serta di even ini,” ucap wanita yang berstatus sebagai atlet tenis meja tersebut.

Dirinya menilai perkembangan atlet di Jawa Tengah memang cukup menggembirakan. Hal ini lantaran tiap tahunnya banyak atlet baru yang muncul, dan beberapa atlet Jateng yang sudah matang pun sukses unjuk gigi di even internasional.

”Adanya Peparprov ini juga sebagai ajang pemanasan dan seleksi sebelum terjun di Peparnas (Pekan Paralimpik Nasional) 2020 di Papua. Dan tentu even ini juga membuka peluang mereka untuk bisa lolos ke pelatnas, karena tim kepelatihan Timnas pasti akan memantau potensi atlet dari even seperti ini,” tuturnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia