Minggu, 18 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Pencemaran Teratasi, Air Kembali Jernih

Kamis, 08 Nov 2018 13:40 | editor : Perdana

NORMAL LAGI: Warga Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo menerima bantuan air bersih dari PDAM.

NORMAL LAGI: Warga Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo menerima bantuan air bersih dari PDAM.

SOLO – Masalah polutan yang sempat mencemari air milik pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surakarta di sebagian Kecamatan Jebres akhirnya teratasi. Air yang sempat berwarna kuning keruh dan berbau saat ini sudah mulai mengalir jernih. 

Seperti pantauan koran ini di kawasan Kampung Debegan, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres. Dwi Lastri Susilo,  45, warga setempat menuturkan, sejak dua hari terakhir air yang masuk ke rumahnya sudah mengalir dengan jernih.

“Sekarang sudah bening lagi. Jadi tidak takut lagi untuk dikonsumsi. Kalau kemarin hanya bisa untuk cuci piring sama cuci baju saja. Karena warnanya keruh banget,” katanya.

Ibu tiga anak ini mengatakan kalau selama air berwarna kuning, warga sekitar terpaksa harus membeli air galon isi ulang untuk kebutuhan konsumsi. Selain itu, warga juga terbantu karena mendapat pasokan air bersih dari tangki PDAM. “semoga setelah ini tidak warna kuning lagi airnya,” pungkas Lastri.

Humas PDAM Surakarta Bayu Tunggul Aji mengatakan, air sudah mengalir jernih di beberapa lokasi. Hal ini disebabkan kondisi air Sungai Bengawan yang menjadi bahan baku PDAM sudah berangsur membaik. “Setelah air membaik, kami langsung mengoprasionalkan IPA (Instalasi Pengolahan Air) Jebres dan Jurug,” katanya

Hasilnya air yang sekarang mengalir secara umum sudah baik, namun beberapa tempat memang belum normal. Hal ini karena tekanan air belum merata. Karena itu pihaknya minta bagi pelanggan yang airnya masih kuning harap bersabar. Dalam waktu dekat, tekanan akan merata.

Masalah air ini terjadi selama sepekan. Mobil tangki milik PDAM selalu hilir mudik masuk ke dalam perkampungan warga guna menyuplai air minum. “Setiap hari ada 50 sampai 60 tangki air bersih yang kami distribusikan ke warga. Ini sebagai wujud kepedulian kami,” imbuh Bayu.

Ke depan, pihaknya a akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo maupun Sukoharjo untuk semakin mengawasi pabrik yang berada di kawasannya agar betul-betul memperhatikan pengelolaan limbah sebelum dibuang ke sungai. Karena sangat berdampak fatal.

Di sisi lain, Kasi Laboratorium PDAM Surakarta Kusnadi menuturkan, pencemaran air baku PDAM tersebut mengandung bahan-bahan berbahaya. Antara lain detergen, zat organik, serta pewarna.  “Makanya kami nyatakan tidak layak konsumsi. Air juga kami kirim ke BTKLPP Jogja, dan hasilnya juga sama,” papar Kusnadi.

Kini setelah kembali jernih, sampel air di IPA Jurug dan Jebres maupun yang masuk di permukiman warga tetap diambil secara kontinu  untuk memastikan air tidak mengandung bahan kimia berbahaya. “Namun dari kasat mata, air sudah layak konsumsi, karena sudah tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna,” ujar Kusnadi. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia