Minggu, 18 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Sragen

Ribuan Sumur Dalam Tidak Berizin

Kamis, 08 Nov 2018 15:10 | editor : Perdana

EFEK KEKERINGAN: Proses membuatan sumur dalam di salah satu wilayah di Sragen.

EFEK KEKERINGAN: Proses membuatan sumur dalam di salah satu wilayah di Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

SRAGEN – Pembuatan sumur dalam untuk pertanian ternyata banyak dipermasalahkan. Hal ini lantaran ribuan sumur dalam yang ada di Kabupaten Sragen, diketahui tidak berizin. 

Banjir keluhan muncul dari masyarakat terkait sumur dalam, karena malah menimbulkan keringnya sumur warga, yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

”Ada 6.900 atau hampir 7.000 sumur dalam yang ada di Sragen. Yang berizin sekitar 300-an saja untuk industri, yang persawahan tidak izin,” ucap Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Dia menyampaikan untuk menyedot air dalam harusnya kedalaman lebih dari 100 meter, namun kenyataanya ada yang kurang dari batasan kedalaman tersebt. Sehingga dampaknya jatah air untuk pemukiman ikut tersedot, yang membuat banyak keperluan rumah tangga jadi ikut merasakan kekeringan.

Bupati mengaku kesulitan untuk melakukan penertiban, lantaran harus berhadapan dengan petani dan kestabilan pangan. Pihaknya juga mengingatkan agar memikirkan nasib anak-cucu terkait penggunaan air tanah.

Pihaknya menegaskan selain surutnya air tanah permukaan untuk rumah tangga, dilema yang dihadapi setiap musim yakni penggunaan gas untuk tenaga menyedot air. Sehingga sering terjadi kelangkaan.

Selama ini dia mengakui belum ada konsep yang pas untuk mengatasi kekeringan. Termasuk di kawasan utara Bengawan yang setiap tahun membutuhan bantuan air. 

Sementara itu Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Sragen, Suratman menyampaikan pihaknya akan mensosialisasikan ke banyak pihak, terkait pengeboran sumur dalam. Dia menjelaskan untuk membuat sumur dalam tidak lepas dari perizinan dari dinas terkait. ”Kita memberi wawasan untuk petani di kalangan bawah,” terangnya.

Suratman tidak menampik fakta bahwa ada petani yang membuat sumur dalam dengan kedalaman hanya 60 meter. Sedangkan yang disedot hanya 40 meter dan termasuk air permukaan. Dia menyampaikan dinas terkait dari pemerintah untuk menertibkan sumur dalam yang tidak sesuai ketentuan. (din/nik)  

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia