Minggu, 18 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Layanan Puskesmas Sudah Oke, Sayang SDM Minim

Jumat, 09 Nov 2018 11:00 | editor : Fery Ardy Susanto

Fasilitas bermain untuk anak yang disediakan di Puskesmas Pajang.

Fasilitas bermain untuk anak yang disediakan di Puskesmas Pajang. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Sebanyak 17 puskesmas di Kota Solo telah resmi mendapat akreditasi dari Kementerian Kesehatan. Namun, jumlah tenaga kesehatan masih sangat kurang.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta Siti Wahyuningsih, Kamis (8/11). Akreditasi didapatkan secara bertahap sejak beberapa tahun lalu. Terakhir, dua puskesmas yang diajukan pemkot telah mendapatkan surat resmi akreditasi pada Februari 2018.

“Sekarang sudah semua terakreditasi. Buat kami akreditasi bukan untuk mencari sesuatu, tetapi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Perempuan yang akrab disapa Ning itu menambahkan, pemkot masih memiliki masalah terkait ketersediaan sumber daya manusia (SDM) di setiap puskesmas. Dia mengaku membutuhkan 200 tenaga kesehatan tambahan agar pelayanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan.

“Kalau akreditasi kan yang dituntut mutu pelayanan. Sedangkan untuk melayani itu kita perlu tenaga yang standar serta SOP (standar operasional prosedur) yang jelas. Lha, kalau dikatakan kurang ya kurang,” terang dia.

Meski kekurangan SDM, DKK tidak bisa menentukan tambahan SDM sendiri. Perekrutan pegawai menjadi kewenangan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), termasuk merekrut aparatur sipil negara (ASN). Perekrutan itu terkesan sulit mengingat pemkot juga mempertimbangkan faktor anggaran.

“Kalau menambah tenaga kesehatan sebanyak itu pasti juga memikirkan bagaimana membayarnya. Jadi, kita tidak bisa menentukan sendiri. Bisanya cuma mengajukan formasi saja,” ungkapnya.  

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menekankan, kebutuhan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Selama masa kepemimpinannya, Rudy mengaku telah berupaya untuk memenuhi segala kebutuhan dasar kesehatan tersebut dengan berbagai program. Seperti jaminan kesehatan, peningkatan layanan kesehatan hingga pembangunan sarana dan prasarana kesehatan.

“Puskesmas-puskesmas itu kita bangun, layanan kesehatan gratis. Karena percuma kalau punya banyak uang tapi nggak sehat,” jelas dia. (irw/wa)

(rs/irw/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia