Minggu, 18 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Pengelolaan Pesawat di Edupark Terhambat Perda

Jumat, 09 Nov 2018 16:55 | editor : Perdana

KURANG PERAWATAN: Kondisi Pesawat Lawu Air dalam kondisi memprihatinkan.

KURANG PERAWATAN: Kondisi Pesawat Lawu Air dalam kondisi memprihatinkan. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

KARANGANYAR – Pengelolaan bangkai pesawat terbang Boeing 737-200 dan dua unit helikopter bolkow di Taman Edukasi Dirgantara (Edupark) sampai saat ini terkendala terkait dengan peraturan daerah (perda). 

Direktur Perusahaan Umum Daerah (PUD) Aneka Usaha, Untung Sriyanto mengungkapkan saat ini pihaknya tidak bisa serta merta untuk melakukan rehap. Khususnya terhadap tubuh bangkai dan mesin pesawat terbang, yang berada di dekat kolam renang Intanpari tersebut.

Pengelolaan aset ini sendiri awalnya menjadi tanggung jawab dari pihak dinas terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Jika nantinya dikelola oleh PUD Aneka Usaha, maka pihaknya tak mau beresiko jika nantinya melanggar perda pengelolaan, yakni  Perda nomer 9 tahun 2015.

”Kemarin kita sudah mencoba menanyakan ke Badan Keuangan Daerah (BKD) dan DPU PR yang mengelola aset pesawat ini. Akan tetapi, saat ini waktunya sudah tidak cukup lantaran Program Legislasi Daerah (Prolegda) penatapan 2019 sudah ditutup. Jadi mau tidak mau nanti di Perubahan 2019 kita usulkan untuk peruban perda tersebut,” kata Untung.

Jika nantinya perda tersebut telah diubah, mantan Direktur Bank Pasar Klaten tersebut mengaku, bakal melakukan penataan terhadap bangkai pesawat. Diantaranya melakukan pengecetan ulang, serta menata bangku-bangku yang ada di dalam bangkai pesawat tersebut. Beberapa fasilitas yang ada di dalam pesawat juga sesuai dengan tujuan awal, yakni memberikan edukasi atau pembelajaran tentang pesawat.

Sebelumnya pesawat dan dua helikopter tersebut sempat dipermasalahkan. Dimana  ada dugaan indikasi penyalahgunaan dan penyelewengan terhadap proses pembelian pesawat, yang  sampai dengan saat ini masih berlanjut ke penegak hukum.

Salah satu tokoh dari Masyarakat Handarbeni Karanganyar (Mahaka) Kiswadi Agus mengharapkan agar pemerintah juga bertanggung jawab atas pengelolaan aset yang ada di PUD Aneka Usaha.

”Seharusnya dewan pengawas juga harus ikut cawe-cawe, bagaimana agar PUD Aneka usaha bisa bergerak dan mampu berkontribusi terhadap pemerintah. Itu karena target setor ke PAD kabupaten, mencapai 300 juta,” jelas Agus.

Pantauan Radar Solo di Edupark, sejumlah wisatawan yang mengunjungi wisata ini mengaku kecewa denga kondisi fisik pesawat. Sebab terkesan kumuh dan tidak terawat.  

“Kotor kelihatannya, kursinya juga rusak semua. Di dalamnya juga panas, malah ada sampah bungkus makanan dimana-mana. Beberapa kaca jendela pesawat juga terlihat pecah, dan tidak dibenahi,” terang Marni, salah satu pengunjung yang saat itu mengantarkan anaknya untuk berenang di Kolam Renang Intanpari. (rud/nik)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia