Minggu, 18 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Srikandi Sungai Indonesia Jadi Garda Terdepan

Jumat, 09 Nov 2018 16:42 | editor : Fery Ardy Susanto

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Suasana Yembise bersama Bupati Klaten, Sri Mulyani di Desa Kalitengah, Wedi, Kamis (8/11).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Suasana Yembise bersama Bupati Klaten, Sri Mulyani di Desa Kalitengah, Wedi, Kamis (8/11). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN - Mengurangi risiko bencana hidrologi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melibatkan komunitas peduli sungai. Melalui pembentukan Srikandi Sungai Indonesia (SSI) Klaten. Komunitas yang berisikan ibu-ibu ini diharapkan bisa menjadi garda terdepan. Memberikan contoh dalam mengelola sungai kepada anggota keluarga.

”Kami tahu saat ini bencana alam seperti banjir dan longsor telah terjadi. Kalau sungai tidak dijaga ya bisa banjir. Jadi ini menjadi masalah bagi masyarakat,” jelas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Suasana Yembise kepada Jawa Pos Radar Solo usai pengkuhan SSI Klaten dan Jateng di lapangan Desa Kalitengah, Wedi, Kamis (8/11).

Anggota SSI diharapkan semakin peduli terhadap sungai. Termasuk menjadi agen perubahan melalui pemberdayaan bagi sesama. Dimulai dari keluarga sendiri. Memberikan pemahaman untuk tidak membuang sampah di sungai.

”Selama ini kan ibu-ibu sering membuang sampah di sungai. Saya harap hal itu tidak terjadi lagi. Mereka justru bisa memberikan pemahaman kepada anaknya masing-masing dalam kepedulian terhadap sungai,” papar manteri.

Menteri mengapresiasi taman di pinggir sungai. Ia berharap keberadaan taman bukan menjadi lahan kegiatan negatif. Justru untuk menghadirkan keramahan bagi anak-anak dan respon gender.

”Membuang sampah sembarangan di sungai bisa menjadi bencana. Jika terjadi bencana, diutamakan komunitas bisa bergerak dengan cepat. Maka itu saya harap SSI bisa berkontribusi dalam mitigasi bencana,” jelasnya.

Sementara itu, menteri mengukuhkan 1.500 anggota SSI Klaten dan sejumlah perwakilan dari kabupaten di Jawa Tengah. Ketua SSI Klaten Sri Susilowati mengatkan, ada sejumlah kegiatan yang dilakukan. Menitikberatkan pada edukasi, konservasi, dan pengembangan ekonomi kreatif.

”Selama ini kami juga mengedukasi perempuan di sejumlah komunitas maupun organisasi. Tetapi saya akui belum seluruhnya tersentuh. Tetapi kami terus dorong perempuan untuk lebih peduli terhadap sungai dan lingkungannya,” ujarnya.

SSI Klaten juga mengajarkan ibu-ibu untuk mengelola sampah. Menjadi barang bernilai jual tinggi. ”Keberadaan taman membuat sungai ramai dan meningkatkan ekonomi warga. Di sisi lain, warga yang sebelumnya sering membuang sampah di sungai jadi malu,” bebernya. (ren/fer)

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia