Minggu, 18 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Boyolali

Warga Kemusu Gelapkan Mobil untuk Liburan ke Bali

Jumat, 09 Nov 2018 17:58 | editor : Perdana

CERIA: Peserta pesta Siaga beradu cepat di salah satu warung ketangkasan.

CERIA: Peserta pesta Siaga beradu cepat di salah satu warung ketangkasan. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

BOYOLALI – Perilaku Susanto, 35, warga Dukuh/Desa Klewor, RT 01 RW 01, Kecamatan Kemusu, Boyolali angat tidak terpuji. Menggelapkan mobil Toyota Avanza milik Zainal, 42, warga Dukuh Krajan, RT 15 RW 04, Desa Karangmojo, Kecamatan Klewor. Ironisnya, saat beraksi Susanto mengajak selingkuhannya, Anik Novita, 30, warga Perumnas Ngembat Asri RT 26 RW 01, Desa Ngembat Padas, Kecamatan Gemolong, Sragen.

Kejadian berawal saat Susanto dan pasangannya datang ke rumah korban, September lalu. Dengan nada meyakinkan, pasangan ini menyewa mobil Toyota Avanza selama dua hari. ”Tersangka mengaku cuma pinjam mobil untuk digunakan ke Tulungagung, Jawa Timur,” kata Kasat Reskrim, AKP Willy Budiyanto, mewakili Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (8/11).

Hingga batas waktu sesuai kesepakatan, mobil tak kunjung dikembalikan. Korban mulai curiga atas gelagat pasangan ini. Lalu mencoba menghubungi kedua tersangka. Sayang, nomor telepon yang diberikan tidak aktif lagi. ”Korban lalu menyimpulkan bahwa mobilnya telah dibawa kabur kedua tersangka,” beber Willy.

Korban lalu melaporkan kasus penggelapan mobil ini ke Polsek Klego. Mendapat laporan, Tim Sapu Jagad Satreskrim Polres Boyolali langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Penyelidikan kasus penipuan dan penggelapan ini akhirnya membuahkan hasil. Berdasarkan informasi, kedua tersangka berada di wilayah Kecamatan Tanon, Sragen. Keduanya akhirnya berhasil dibekuk.

”Kedua tersangka kemudian dibawa ke Mapolres Boyolali untuk proses penyidikan lebih lanjut. Dari hasil penyidikan sementara, diketahui keduanya menjual mobil hasil kejahatannya untuk bersenang-senang di Pulau Dewata Bali,” terang Penyidik Polres Boyolali, Ipda Wikan SK.

Ternyata, kedua tersangka ini ternyata masing-masing telah berkeluarga. Susanto telah beristeri, sedangkan Anik Novita juga telah bersuami. Akibat perbuatan mereka, keduanya terancam dijatuhi hukuman pidana maksimal 4 tahun penjara.

”Mereka disangkakan melanggar pasal 372 junto 378 tentang penipuan dan penggelapan. Kerugian yang dialami korban sekitar Rp 100 juta,” imbuh Wikan. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia