Minggu, 18 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Sampah Plastik Rusak Alas Kethu

Jumat, 09 Nov 2018 19:05 | editor : Perdana

GANGGU KESEHATAN: Sampah plastik berceceran di kawasan Alas Kethu.

GANGGU KESEHATAN: Sampah plastik berceceran di kawasan Alas Kethu. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

WONOGIRI – Sampah plastik berserakan di radius sekitar 50 meter dari tempat pembuangan sampah (TPS) Alas Kethu. Kondisi tersebut dikeluhkan warga. Selain mengganggu kesehatan, juga mengganggu keindahan kota.

Seperti diungkapkan Hadi Sudharmo, 47, warga Selogiri. Sampah yang sulit terurai itu terlihat sangat jelas karena lokasinya tepat di tepi ruas Klampisan-Agraria atau Jalan Salak V, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri Kota. 

"Setiap pagi antar anak sekolah lewat jalan depan TPS Alas Kethu, banyak sampah di sekitarnya. Sampah-sampah berserakan di hutan sekitar TPS, sungguh mengganggu pemandangan. Apalagi kan itu kawasan kota. Jalur utama bus antarkota antarprovinsi,” ujarnya, Kamis (8/11). 

Hadi berharap dinas terkait segera mengambil langkah strategis membersihkan sekitar lokasi TPS. Pantauan koran ini, sampah berserakan di hutan sebelah timur gedung training center kehutanan Ir. Hatien Soedarma Alas Kethu Wonogiri. Pada jarak sekitar 5 meter dari TPS sudah dipasang jaring mencegah sampah plastik terbang terbawa angin. 

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonogiri Toto Prasojo menyebut, kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya masih kurang.

Sudah disediakan tempat sampah, namun membuangnya sambil berlalu sehingga tercecer. 

"Sampah tidak dibuang di tempat semestinya. Sambil naik motor lalu dilempar," katanya.

DLH, imbuh dia, sudah melakukan antisipasi dengan memasang jaring di sekitar TPS. Termasuk meninggikan tembok TPS. Papan peringatan membuang sampah di dalam TPS pun juga sudah dipasang. 

Terkait sampah yang berserakan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupetan Wonogiri Adhi Dharma menegaskan, warga sekitar TPS harus lebih peduli dengan lingkungan sekitar. 

"Kami berharap, warga sekitar TPS bisa lebih peduli dengan kondisi lingkunganya.

Kalau tidak bisa ditangani sendiri, ya koordinasi dengan pemerintah desa/ kelurahan," terangnya. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia