Minggu, 18 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Boyolali

Umpat Prabowo Subianto, Bupati Boyolali Dipolisikan

Sabtu, 10 Nov 2018 03:25 | editor : Fery Ardy Susanto

Bupati Boyolali, Seno Samodro.

Bupati Boyolali, Seno Samodro. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

BOYOLALI - Aksi Damai “Tampang Boyolali” di Gedung Balai Sidang Mahesa, Minggu (4/11), berbuntut panjang. Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC) Solo melaporkan Bupati Boyolali, Seno Samodro ke Polres Boyolali, Jumat (9/11) pagi. Terkait umpatan Seno kepada calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto.

Endro Sudarsono, juru bicara TARC Solo menjelaskan, pihaknya keberatan dengan umpatan Seno Samodro tersebut. Diduga telah melanggar Pasal 310 ayat (1) KUHP dan Pasal 160 KUHP. Pihaknya berharap aduan ini dapat diproses hukum.

”Benar, kami dari Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC) Kota Surakarta mengadukan Bupati Boyolali, Seno Samodro. Atas pernyataannya dalam aksi pembelaan Tampang Boyolali kemarin. Kami berharap Polres Boyolali menerima dan saat ini sudah diterima (pengaduan) untuk diproses hukum. Menyempurnakan dari aduan yang sebelumnya ada di Jakarta,” kata Endro kepada Jawa Pos Radar Solo di Mapolres Boyolali.

TARC laporkan Bupati Seno ke Mapolres Boyolali, Jumat (9/11).

TARC laporkan Bupati Seno ke Mapolres Boyolali, Jumat (9/11). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

TARC diwakili Abi Ibrahim Hasmi selaku pengadu. Dalam surat aduan menyebut umpatan Seno Samodro kepada Prabowo Subianto. Diduga terlapor telah melakukan tindak pidana penghinaan, menyerang kehormatan, dan nama baik seseorang. Sebagaimana diatur dalam Pasal 310 ayat (1) dan Pasal 160 KUHP.

”Bahwa perbuatan tersebut dapat memicu kebencian, perasaan permusuhan, dan penghinaan terhadap Prabowo Subianto di hadapan masyarakat Boyolali,” lanjut Endro.

Aduan diterima Polres Boyolali dengan tanda terima laporan pengaduan Nomor B/1302/XI/2018/Res Byl. Dalam pengaduan tersebut, TARC juga menyertakan kepingan CD yang berisi video rekaman pidato terlapor.

Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi menjelaskan, TARC melampirkan dua materi. Pertama, materi aduan terkait apa yang disampaikan seseorang di Boyolali. Dalam hal ini yang dilaporkan Bupati Boyolali, Seno Samodro.

”Kedua, satu keping CD yang berisi video tentang rekaman apa yang disampaikan. Diadukan oleh yang bersangkutan,” jelas Aries.

Materi pengaduan yang disampaikan sama seperti yang dilaporkan ke Bareskrim Polri di Jakarta. Saat ini perkara telah dilimpahkan ke Polda Jateng. Aries mengaku akan mempelajari isi aduan tersebut. Kemudian membangun kerangka aturan hukum apa yang terkait dengan pengaduan itu.

”Perlu dipahami bahwasanya suatu peristiwa tidak bisa atau tidak boleh dilaporkan berulang-ulang, namun peristiwanya hanya satu. Apabila ada laporan yang lain, tentunya hal ini akan melengkapi laporan yang sudah ada sebelumnya,” beber kapolres. (wid/fer)

(rs/wid/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia