Rabu, 27 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Features

Atlet Panjat Dinding asal Sukoharjo Ini Bidik Tiket Olimpiade

12 November 2018, 10: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

M Alfian Fajrin usai mengikuti pawai peraih medali Asian Games di Solo, belum lama ini.

M Alfian Fajrin usai mengikuti pawai peraih medali Asian Games di Solo, belum lama ini. (NIKKO AUGLANDY/RADAR SOLO)

MENJADI juara tentu butuh proses panjang dan berliku. Tidak hanya kerja keras, namun juga butuh pengorbanan. Hal ini juga dilalui oleh Alfian M Fajrin, atlet panjat dinding yang memiliki prestasi tingkat dunia asal Sukoharjo ini.

Momen Asian Games 2018 di Palembang, Oktober lalu menjadi sejarah penting dalam hidup Alfian M Fajrin. Untuk kali pertama, cabang olahraga panjat dinding yang resmi dipertandingkan dalam Asian Games itu, dia berhasil mempersembahkan medali perak.

“Iya, momen itu sangat berkesan bagi saya. Karena pertama kali dipertandingkan langsung dapat medali. Meski tidak bisa meraih emas,” ujarnya.

Lantas sebenarnya seperti apa usaha dia hingga bisa masuk ke tim nasional. Alfian mengakui butuh perjuangan untuk bisa lolos di Timnas Panjat Tebing Indonesia.

”Bisa jadi juara di tingkat lokal saja sangat sulit, karena persaingan sekarang sangat berat, apalagi dapat kesempatan menjadi wakil Indonesia di kancah internasional, tentu sangat bangga,” terang Alfian.

Dirinya cukup lega, karena ternyata perkembangan olahraga panjat dinding kini sudah semakin banyak kemajuan. Hampir tiap bulan banyak kejuaraan digelar. Minat masyarakat untuk berlatih di olahraga ini juga semakin banyak.

”Kuncinya untuk menekuni olahraga ini adalah tekun berlatih, karena tak mudah. Selain itu jangan menyerah ketika kalah. Saya juga dulu awalnya pasti gagal dulu. Tapi kegagalan itu malah jadi motivasi untuk bisa, karena kesuksesan diraih dengan cara yang  tak mudah pastinya,” terangnya.

Dirinya mengakui bahwa ajakan teman sekolahnya untuk berlatih di papan panjat di Manahan, jadi sebuah berkah baginya. Awalnya dia hanya penasaran, ternyata lama kelamaan olahraga ini malah membawa dirinya sukses membanggakan semua orang yang dicintainya.

”Saya baru masuk pelatnas awal tahun lalu, dan sudah harus mendapat tantangan besar untuk bisa meraih prestasi di ajang Asian Games. Bersyukur dukungan masyarakat yang begitu hebat di venue  pertandingan maupun di luara arena, membuat saya dan tim semakin termotivasi,” terang kekasih dari atlet panjang tebing wanita peraih dua emas Asian Games, Aries Susanti tersebut.

Dirinya mengakui saat ini peringkat dunianya memang masih kalah jauh dari pemanjat dunia, dan para seniornya. Meski begitu dengan usianya yang masih muda, ditambah motivasinya untuk terus mengembangkan diri masih kuat, Alfian optimistis dirinya bisa lebih berprestasi lagi ke depannya.

”Target utama saya jelas ingin bisa bermain di Olimpiade 2020 di Tokyo. Karena di event ini untuk kali pertama cabor panjat dinding dipertandingkan. Saya sadar itu akan berat, tapi saya optimistis bisa meraih tiket ke sana. Kunci utamanya tentu setiap single event internasional, saya harus bisa menjadi juara terus agar poin olimpiadenya naik terus,” terangnya.  (*/bun)

(rs/NIK/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia