Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Jateng

Rumah Sastrawan Pramoedya Ananta Toer Dipugar, Segini Anggarannya

16 November 2018, 15: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Rumah masa kecil sastrawan dunia Pramoedya Ananta Toer mulai dibangun kembali.

Rumah masa kecil sastrawan dunia Pramoedya Ananta Toer mulai dibangun kembali. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

KUDUS - Revitalisasi rumah masa kecil sastrawan Pramoedya Ananta Toer sudah dimulai. Rumah yang ada di ujung Jalan Sumbawa Kelurahan Jetis, Kecamatan Blora itu juga sudah rata dengan tanah.

Kayu bekas rumah menumpuk di bagian baratnya. Begitu juga genting, jendela, dan lainnya. Sementara fondasi bangunan sudah terpasang. Begitu juga dengan besi bakal tiang dan batako untuk tembok.

Diperkirakan revitalisasi Museum Sastra Pataba itu akan selesai tahun ini.

”Harapannya ya tahun ini selesai,” ucapnya Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, Pariwisata (Disporabudpar) Blora Kunto Aji, Kamis (15/11).

Dia menambahkan, rumah yang saat ini dihuni oleh Soesilo Toer yang juga adik Pram itu akan ditata apik dan dilengkapi dengan bangunan Joglo. Lengkap dengan aksesori yang mengingatkan akan perjuangan Pram. Seperti mesin ketik, cangkir, asbak, jam, dan barang peninggalan Pram lainnya. Sehingga, saat orang datang bisa merasakan dan seakan hidup di zaman Pram.

Revitalisasi sendiri dimulai sejak 24 Oktober lalu. Yang mengerjakan CV Karya Cemerlang, dengan anggaran Rp 800 juta. Rencananya pekerjaan akan berlangsung selama 75 hari kalender. Dana sendiri bersumber dari APBN.

Bukan tanpa alasan, pemugaran itu untuk menarik wisatawan agar berdatangan ke Blora. Sehingga, cita-cita Pemkab Blora untuk menjadikan rumah masa kecil Pramoedya Ananta Toer sebagai daya tarik wisata sastra bisa terwujud.

”Pram adalah milik kita semua. Sehingga kita pelan-pelan jadikan rumah masa kecilnya ini sebagai memorabilia Pram,” tambahnya.

Revitalisasi rumah masa kecil Pramoedya Ananta Toer ini merupakan dukungan dari Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Setelah revitalisasi, rumah yang menjadi tempat tinggal penulis Tetralogi Buru itu diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang ke Blora.

”Direncanakan pula mengembangkan perpustakaan dan informasi tentang karya dan biografi Pramoedya,” katanya. (sub/lid/JPG/fer)

(rs/fer/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia