Kamis, 13 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Ormas Pakai Atribut TNI, Seragam Banser Tak Ada Masalah

17 November 2018, 09: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Ormas Pakai Atribut TNI, Seragam Banser Tak Ada Masalah

SOLO - Menyusul penegasan Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/4 Surakarta agar seragam organisasi kemasyarakatan (ormas) tidak dibuat mirip seragam TNI dan Polri, pengurus ormas meminta agar aturan tersebut lebih gencar disosialisasikan.

Sekadar informasi, regulasi tentang seragam ormas telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 16/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan, khususnya pasal 59 ayat 1 huruf a hingga c.

"Ada baiknya jika aturan ini disosialisasikan lagi. Jadi biar tidak ada kekhawatiran dari banyak pihak. Dan yang paling penting biar ormas-ormas yang baru akan berdiri bisa memahami aturan tersebut," jelas Ketua PC GP Ansor Solo Arif Sarifudin kemarin (16/11).\

BACA: Ormas Pakai Atribut TNI Meresahkan, Denpom Beri Warning

"Kalau di Ansor atau Banser, tak ada masalah sedikit pun (aturan terkait seragam ormas, Red). Memang sedikit ada kemiripan karena sama-sama doreng. Tapi, kalau diamati, motif doreng kami dan motif doreng TNI beda. Kalau di kami namanya doreng banser," imbuh dia.

Doreng banser, lanjut Arif, dipesan khusus dalam skala besar untuk memenuhi kebutuhan seragam anggota, termasuk segala atribut pelengkap seragam. Jadi sangat jelas seragam ini dibuat untuk kalangan sendiri.

"Yang jelas, setiap anggota yang memakai seragam banser selalu pegang Kartu Tanda Anggota. Kalau ada oknuk pakai doreng khas banser juga akan kami tegur. Apalagi jika dorengnya mirip seragam militer TNI," jelas Arif. 

Diberitakan sebelumnya, Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) IV/4 Surakarta Letkol CPM Gunawan Setiadi menegaskan, larangan ormas memakai seragam mirip TNI/Polri bukan tanpa alasan. Sebab, masyarakat sipil yang memakai seragam mirip TNI/Polri akan membahayakan keselamatannya. Terutama di daerah rawan konflik militer. Sebab, dalam konvensi Janewa, dikenal dengan istilah kombatan dan nonkombatan. Kombatan itu sendiri adalah para anggota TNI.

“Seragam itu untuk membedakan mana musuh mana warga sipil, sehingga menjadi legal untuk menyerang dan diserang. Nah, coba bayangkan semisal sekarang sedang terjadi perang, terus warga sipil pakai pakaian militer, bisa jadi malah salah sasaran,” urainya. (ves/wa)

(rs/ves/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia