Kamis, 13 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Tambah Pasokan Gas Melon Jelang Akhir Tahun

17 November 2018, 14: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Distribusi gas elpiji bersubsidi 3 kg di Kota Solo, baru-baru ini. Kuota gas melon akan ditambah di akhir tahun.

Distribusi gas elpiji bersubsidi 3 kg di Kota Solo, baru-baru ini. Kuota gas melon akan ditambah di akhir tahun. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - PT Pertamina mulai menyiapkan tambahan pasokan gas elpiji bersubsidi 3 kg alias gas melon. Untuk periode akhir tahun ini. Mengingat pada periode ini, kebutuhan masyarakat diprediksi cenderung mengalami peningkatan. Bersamaan dengan momentum perayaan Natal dan Tahun Baru 2019.

Sales Eksekutif LPG Rayon V PT Pertamina (Persero), Adeka Sangtraga menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mengestimasi kebutuhan di momen Natal dan Tahun Baru 2019. Diperkirakan ada kenaikan 3 persen dibandingkan pasokan normal.

”Pastinya ada kenaikan. Estimasinya kami perhitungkan bakal naik sekitar 3 persen,” ucap Adeka kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (16/11).

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan ada estimasi tambahan lebih banyak lagi. Sebab kuota tambahan 3 persen tersebut masih sebatas perkiraan awal. Biasanya Pertamina masih harus melihat kondisi kebutuhan masyarakat pada periode yang sama. Kemungkinan baru bisa terlihat pada pekan pertama dan kedua Desember.

Adeka menekankan, kuota yang ditambahkan tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Hanya saja jumlahnya bisa bertambah.

”Kalau persentasenya bisa sama dengan tahun lalu. Hanya jumlahnya saja yang nanti ditambah,” bebernya.

Penambahan jumlah ini dipastikan karena dari tahun ke tahun selalu ada peningkatan signifikan dari jumlah pasokan yang digelontorkan. Terlihat dari kebutuhan normal tiap bulannya untuk wilayah se-Eks Karesidenan Surakarta. Merujuk 2017, kebutuhan tiap bulan sekitar 5,4 juta tabung.

”Namun untuk 2018 ini, kebutuhan tiap bulan meningkat menjadi 5,9 juta tabung. Untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru 2019, biasanya ada penambahan jumlah,” imbuhnya.

Pertamina bakal memantau secara intensif distribusi ke agen dan pangkalan. Selain melihat jumlah kebutuhan, juga memastikan agar distribusi gas melon tepat sasaran. Bukan malah dipasok ke kalangan menengah ke atas dan rumah makan atau restoran.

Unit Manager Communication and CSR Marketing Operation Region IV Pertamina (Persero), Andar Titi Lestari menyebut, saat ini pihaknya tengah melakukan estimasi kebutuhan untuk Natal dan Tahun Baru. Hanya saja belum bisa diperkirakan berapa kuota tambahan yang akan disediakan. (vit/fer)

(rs/vit/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia