Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Jateng

Pemprov Gelontorkan Rp 206 Miliar Untuk Pesantren, TPQ dan Madrasah

17 November 2018, 21: 32: 59 WIB | editor : Perdana

PEDULI PESANTREN: Guberur Ganjar Pranowo bertemu para santri di Jawa Tengah belum lama ini.

PEDULI PESANTREN: Guberur Ganjar Pranowo bertemu para santri di Jawa Tengah belum lama ini. (BAYU WICAKSONO/RADAR SOLO)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan anggaran untuk peningkatan kualitas santri di pesantren, Taman Pendidikan Al Quran (TPQ), serta Madrasah Diniyah (Madin) sebesar Rp 206 miliar. Anggaran itu menjadi bagian dari dana pendidikan pada APBD Provinsi Jateng 2019. 

Selain itu, peningkatan peran swasta dalam upaya mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) di Jawa Tengah juga terus didorong. Rincian anggaran untuk TPQ dan Madin tersebut telah masuk dalam RAPBD Jateng 2019. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, alokasi dana telah disetujui melalui Penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan DPRD Jateng tentang Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Jateng 2019 pada Senin (12/11/2018) lalu di gedung berlian. 

”Anggaran tersebut untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para pengajar madrasah, TPQ, dan pesantren di Jateng. Beberapa kabupaten dan kota sudah melakukan kebijakan seperti itu, sehingga Pemprov menindaklanjutinya,” ujar Taj Yasin Maimoen, kemarin.

Gus Yasin mengatakan, pengembangan pendidikan di Jateng, baik berbasis umum maupun agama merupakan salah satu program prioritas pembangunan Pemprov Jateng selama lima tahun ke depan.

Menurutnya, agama dengan pemerintah ibarat saudara kembar yang tidak bisa dipisahkan. Pemerintah harus menjunjung tinggi pesantren dan pendidikan keagamaan. Karenanya pemprov bersama pemkab dan pemkot didorong agar memperhatikan kesejahteraan masyarakat, termasuk guru TPQ, Madin, dan pesantren. 

”Ayo kita urusi pendidikan masyarakat. Kita bersama-sama membangun Jateng tetap tidak ngapusi dan tidak korupsi. Kita bekerja sama untuk membesarkan ponpes,” ucapnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan program prioritasnya pada masa kepemimpinan periode kedua ini memang lebih terfokus pada peningkatan sumber daya manusia.

“Untuk program dari sisi prioritas kita melanjutkan yang kemarin. Tapi SDM menjadi pilihan kita untuk bisa mendongkrak kualitas SDM. Ini yang coba kita siapkan,” katanya. 

Namun, Ganjar menggarisbawahi, untuk penanganan program tersebut tidak akan mungkin rampung jika hanya diatasi dengan APBD Jateng 2019 yang sebesar Rp25,6 triliun. Maka alternatif kreatif yang dipilih Ganjar adalah optimalisasi peran BUMD, optimalisasi aset dan menggandeng sektor swasta untuk turut nyengkuyung.

“Pengembangan SDM, jika kita mengandalkan sekolah itu tidak cukup. Maka lembaga-lembaga yang bisa mengembangkan itu termasuk dari luar negeri kita ajak,” katanya.(lhr/bay)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia