Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Upah minimum Solo Rp 1.802.700

18 November 2018, 11: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Upah minimum Solo Rp 1.802.700

SOLO – Upah minimum kota (UMK) Solo 2019 ditetapkan senilai Rp 1.802.700. Angka tersebut naik 8,03 persen dibandingkan 2018. Pemkot berharap masyarakat meningkatkan produktivitas dan menemukan peluang baru dalam meningkatkan pendapatan.

Kenaikan UMK Kota Solo terbilang cukup signifikan. Dalam lima tahun terakhir, kenaikan UMK rata-rata di atas lima persen. Pada 2015, UMK Solo senilai Rp 1.222.400, kemudian meningkat pada 2016 menjadi Rp 1.418.218 dan Rp 1.534.985 pada 2017. Sedangkan pada 2018, UMK Solo dipatok Rp 1.668.700.

“Pemkot berkomitmen untuk terus memerhatikan nasib para tenaga kerja, terutama perihal upah,” terang Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Surakarta Agus Sutrisno, Sabtu (17/11).

Agus menambahkan, penetapan UMK menggunakan dasar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan yang berlandaskan kebutuhan hidup layak (KHL) buruh setiap tahunnya. Sebelum penetapan, pemkot telah berkomunikasi dengan perwakilan pengusaha dan pekerja yang tergabung dalam dewan pengupahan.

“Penghitungan juga mengacu pada PP Nomor 75 Tahun 2018. Dari penghitungan tersebut, relatif masih bisa mencukupi KHL. Bisa untuk makan satu bulan, bayar kos, transportasi dan kebutuhan pokok lainnya,” katanya.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo meminta masyarakat terus meningkatkan produktivitas. Dia berharap warga yang memasuki masa produktif didorong untuk menciptakan lapangan kerja.

“Terlebih yang sarjana-sarjana itu harus berani mengambil peran dengan membuka lapangan pekerjaan. Bukan bekerja di perusahaan orang lain. Hal itu sebagai bentuk pelayanan terhadap bangsa dan negara dengan membentuk dan menciptakan ruang kerja baru,” tegasnya.

Rudy menambahkan, penetapan UMK di Kota Bengawan diharapkan dapat dipatuhi oleh pengusaha. Hal itu sebagai komitmen untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. “Kalau pabrik kan di Solo tidak banyak. Kita hanya punya beberapa,” ungkap dia. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia