Kamis, 13 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Santap Soto, 26 Siswa SD Keracunan

20 November 2018, 14: 20: 23 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Santap Soto, 26 Siswa SD Keracunan

WONOGIRI - Puluhan siswa SD Negeri Genukharjo 4, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri diduga keracunan usai menyantap soto dan snack di kantin tidak jauh dari sekolah setempat. Belasan di antarannya hingga Senin (19/11) masih menjalani rawat jalan di Puskesmas Rawat Inap Wuryantoro. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri Adhi Dharma mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan dari Puskesmas Rawat Inap Wuryantoro bahwa ada 23 siswa SD Genukharjo mengalami keracunan. Mereka mengeluhkan pusing, mual dan muntah usai menyantap makanan dan snack saat jam pelajaran sekolah, Senin (19/11)

“Total ada 23 siswa dari berbagai kelas,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Sebanyak 19 siswa masih dirawat inap di Puskesmas Wuryantoro, sedangkan empat orang sempat dirawat di Puskesmas Pembantu Genukharjo. Kemudian, satu dirujuk ke RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso karena ada kelainan jantung bawaan. 

Menurut Adhi Dharma, para siswa mengeluhkan mual dan pusing usai menyantap soto atau snack dari kantin sekitar sekolah. Untuk memastikan penyebab keracunan tersebut, petugas kesehatan Puskesmas Wuryantoro sudah mengamankan sampel untuk di uji laboratorium.

“Kuah soto dan snack sudah kami ambil. Kemudian akan dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,” katanya. 

Adhi Dharma mengakui bahwa selama ini pengawasan makanan di sekolah kurang. Baik dinas pertanian dan pangan, dinas pendidikan dan kebudayaan serta dinas kesehatan harus secepatnya bersinergi untuk melakukan pengawasan bersama peredaran makanan di lingkungan sekolah. 

“Kami akan mulai dulu di wilayah Puskesmas Wonogiri 1,” katanya. 

Kepala SDN 4 Genukharjo Sutarti dikonfirmasi koran ini membenarkan adanya kejadian keracunan puluhan siswanya tersebut.  Peristiwa ini dialami siswa pada jam pulang sekolah.

“Jam 12 siang, anak-anak sudah pulang. Lalu jajan di kantin sekolah, makan soto dan makanan ringan yang pedas-pedas itu,” kata Sutarti, Senin (19/11) petang. 

Menurut Sutarti, di sekolah hanya ada satu kantin yang dikelola oleh istri penjaga sekolah. Jarang ada pedagang keliling yang berjualan di sekitar sekolah.

“Anak-anak kami itu uang sakunya tidak banyak, paling hanya Rp 1.000 sampai Rp 2.000,” katanya. 

Menurut Sutarti, hingga Senin (19/11) pukul 17.00 tinggal lima anak yang masih dirawat di Puskesmas Rawat Inap Wuryantoro. Anak-anak yang lain sudah diperbolehkan pulang. (kwl/bun)

(rs/kwl/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia