Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Sragen

Mahasiswa asal Jepang Apresiasi Sekolah Gratis di Sragen

20 November 2018, 16: 19: 41 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Tri Harjono bersama mahasiswa UNS asal Jepang di Sekolah Rakyat Global Citra, Sragen.

Tri Harjono bersama mahasiswa UNS asal Jepang di Sekolah Rakyat Global Citra, Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

SEBANYAK 5 orang mahasiswa asal Jepang singgah di Sekolah Rakyat Global Citra, Sragen. Mereka ternyata penasaran dengan sekolah ini.

Suasana sebuah rumah di Jalan Sukowati, Kelurahan Nglorog tampak lebih ramai dari biasanya. Pada  Minggu (18/11) siang, tengah digelar acara dengan mengundang anak-anak disabilitas. Namun tidak seperti biasanya, sebab diantara mereka yang datang terdapat beberapa orang asal Jepang yang juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Mereka adalah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS)  asal Negeri Sakura yang mengambil studi Bahasa Indonesia. Mereka berkesempatan mengikuti kegiatan yang dikelola Sekolah Rakyat Global Citra.  Sekolah ini dikenal memberikan pelajaran bagi siswanya, tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Salah satu mahasiswa UNS tersebut, Takanobu Shiina, 24, menyampaikan dirinya tertarik dan antusias dengan kegiatan ini.

”Indonesia itu salah satu negara yang banyak kegiatan Sosialnya. Saya juga sering ikut melihat ke SLB di Bantul, saya rasa menarik,” ujarnya dengan Bahasa Indonesia yang cukup lancar.

Taka atau oleh teman-temannya dipanggil ”Kakak” tersebut menyampaikan Indonesia banyak orang yang baik hatinya. Banyak kegiatan sukarela yang cukup positif digelar di Indonesia. Dirinya termotivasi untuk melakukannya di Jepang nanti

Dia menyampaikan profesornya sering membawakan kursi roda untuk anak-anak Indonesia. Dia masih sering mengikuti kegiatan sosial tersebutu.

Apresiasi serupa juga disampaikan Nanami Yamazawa, 21, yang juga mahasiswi UNS. Dia menyampaikan kegiatan di Sekolah Rakyat Global Citra ini sangat menarik dan bagus. Dia menyampaikan sangat bagus untuk memberi pelajaran gratis kepada anak-anak.

Sementara itu, pemilik sekolah gratis ini Tri Harjono menyampaikan sekolah yang dikelola ini sudah berjalan sekitar 4 tahun. Dia menyampaikan di luar sekolah formal, pihaknya memberi pelajaran tentang Bahasa Inggris dan matematika tanpa dipungut biaya.

Selain itu, dia memberikan ilmu jurnalistik untuk anak-anak agar menambah kepercayaan diri.

”Orang itu berhasil itu ada dua, eksaknya kuat dan komunikasinya kuat. Ini saya ajarkan Bahasa Inggris karena bahasa internasional,” terang mantan wartawan tersebut.

Tri menyampaikan kegiatan yang digelar ini menyambut Hari Disabilitas Internasional. Kegiatan ini mengundang para anak-anak penyadang disabilitas. Selain itu juga dihadiri tamu dari Jepang, kelompok dagelan Citro Mitro dan didukung Persatuan Seniman Komedi Indonesia (Paski). (din/nik)

(rs/din/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia