Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Sakit Stroke dan Rematik, Coba Terapi di Umbul Ini

21 November 2018, 09: 17: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Pengunjung memadati Umbul Brintik di Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Klaten.

Pengunjung memadati Umbul Brintik di Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN - Anda punya riwayat sakit rematik, saraf terjepit, atau bahkn stroke? Mungkin bisa dicoba terapi kungkum atau berendam di Umbul Berintik di Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Klaten. Konon banyak yang sudah merasakan khasiat dari umbul yang memiliki lima buah kolam tersebut.

Tak hanya itu, kesegaran sumber mata airnya juga memikat hati wisatawan. Terbukti pada liburan peringatan Maulid Nabi, Selasa (20/11), ribuan pengunjung dengan memadati objek wisata Umbul Brintik.

Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Desa Malangjiwan, Supriyanto menuturkan, pada akhir pekan dan hari libur, jumlah wisatawan yang datang mengalami kenaikan lebih dari 50 persen. Jika pada hari biasa, sekitar 400 wisatawan menikmati kesegaran airnya.

”Hal yang membedakan dengan wisata air lainnya di Klaten, Umbul Brintik ada kolam untuk terapinya. Biasanya orang yang menderita rematik, stroke, hingga saraf terjepit memanfaatkan kolam utama ini. Wisatawan yang rajin terapi di Umbul Brintik pasti akan merasakan kesembuhannya karena sudah banyak yang membuktikannya,” klaim Supriyanto kepada Jawa Pos Radar Solo.

Umbul Brintik mulai dikunjungi wisatawan sejak pukul 03.30 WIB dini hari. Meskipun loket baru dibuka mulai pukul 05.00 WIB, tetapi antusias pengunjung cukup tinggi.

Konon kandungan oksigen di air umbul yang cukup tinggi diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Bahkan setiap sekali sepekan, terdapat komunitas terapi asal Kabupaten Sukoharjo yang memanfaatkan Umbul Brintik. Didampingi para relawan, melakukan senam di dalam umbul.

Saat ini Umbul Brintik dikelola BUMDes setempat dengan tiket masuk Rp 3.000. Sudah termasuk dengan biaya parkir kendaraan.

”Katanya airnya bisa digunakan untuk terapi dan menyegarkan badan. Sudah dua kali ini ke sini,” beber Makijo, 45, warga Desa Barukan, Kecamatan Manisrenggo.

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia