Kamis, 13 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

BCA Baru Salurkan 700 Ribu Kartu GPN

21 November 2018, 20: 35: 29 WIB | editor : Perdana

BCA Baru Salurkan 700 Ribu Kartu GPN

SOLO - Program pembayaran melalui Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) terus digalakkan oleh perbankan bersama dengan Bank Indonesia. Salah satunya yang terus mensosialisasikan yakni BCA. Hingga saat ini sudah tersalurkan 700 ribu kartu GPN pada seluruh nasabah.

Kepala Kantor Fungsional Consumer Card Yogyakarta Ratri Rusiyati Paulina mengurai bahwa saat ini jumlah total nasabah BCA di seluruh Indonesia ada sebanyak 17 juta nasabah. Sedangkan untuk penyaluran GPN saat ini sudah ada 700 nasabah yang menukarkan kartu debitnya. Dari total jumlah ini 10 persennya merupakan nasabah dari eks Karesidenan Surakarta.

"Sedangkan saat ini yang masih proses ada sebanyak 1,2 juta nasabah yang sedang proses penggantian. Hingga akhir tahun ini kami menargetkan ada 2 juta nasabah yang nantinya memegang kartu GPN," ujarnya pada Jawapos Radar Solo kemarin (21/11).

Maka dari itu BCA terus melakukan upaya sosialisasi pada para nasabah dan pemilik merchant. Dimana nantinya diharapkan semakin banyak nasabah yang menggunakan kartu GPN ini. Sebab GPN ini sebagai usaha pemerintah untuk mengintegrasikan berbagai instrumen dan kanal pembayaran nasional. 

Ditambahkan oleh Senior Vice President Branch Bussiness Management BCA Herry Theo bahwa integrasi melalui GPN ini ditujukan untuk terciptanya efisiensi sistem pembayaran. Disamping itu meningkatkan keamanan dan memperkuat kemandirian sistem pembayaran nasional. Melalui sistem ini transaksi domestik akan saling terhubung, baik secara interkoneksi maupun interior ability.

Apalagi dengan menggunakan GPN ini mempunyai banyak keunggulan, seperti halnya pengambilan uang tunai bisa dilakukan di seluruh mesin ATM yang berlogo GPN. Belum lagi saat transaksi melalui uang elektronik bisa dilakukan pada seluruh mesin EDC yang berlogo GPN. "Untuk transaksi uang elektronik dengan GPN ini bisa lebih murah karena biaya administrasinya yang lebih minim. Dan bahkan untuk MDR (merchant discount rate, red) sendiri biayanya juga diringankan, dari yang semula 3,5 persen pada setiap transaksi, saat ini hanya menjadi 0,15 persen untuk merchant dan 1 persen untuk nasabah," terangnya. 

Disamping itu ditekankan pula oleh BCA bahwa nasabah dihimbau lebih berhati-hati saat melakukan transaksi uang elektronik. Dimana terkadang apa yang dilakukan merchant dapat merugikan nasabah dengan tindakan-tindakan tertentu. Seperti halnya memproses tambahan biaya transaksi dengan mengenakan surcharge, memproses penarikan gesek tunai dengan kartu kredit, dan terakhir melakukan dua kali swipe transaksi atau double swipe.

Sementara itu Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA) Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Bakti Artanta menambahkan jika selama ini sosialisasi terus dilakukan untuk penggunaan kartu GPN. Dimana ditekankan bagi nasabah agar lebih berhati-hati pula dalam menggunakan kartu debit. "Selama ini banyak nasabah yang terkadang tidak teliti dengan kondisi yang ada. Dimana kadang merchant meminta dua kali swipe dalam transaksi. Ini yang harus diwaspadai, sebab kasusnya bisa digunakan untuk kloning data," tandasnya. (vit)

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia