Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Lifestyle

Dongeng Mistis Siap Buat Jantung Berdebar Kencang

23 November 2018, 00: 23: 37 WIB | editor : Perdana

PROMO: Wartawan Jawa Pos Septina Fadya bersama sutradara film Dongeng Mistis Ahmad Romni (pojok kiri), bersama Stevi Gilbert, dan Kiki Armando (pojok kanan).

PROMO: Wartawan Jawa Pos Septina Fadya bersama sutradara film Dongeng Mistis Ahmad Romni (pojok kiri), bersama Stevi Gilbert, dan Kiki Armando (pojok kanan). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO - Sejak munculnya Pengabdi Setan, perkembangan film horor di Indonesia semakin mengalami peningkatan drastis. Para sineas mulai menunjukkan taringnya untuk membuat film horor yang lebih berkualitas. 

Sudah tidak lagi membuat film horor ecek-ecek, yang hanya memamerkan bumbu komedi dan adegan erotis.

Salah satu film horor yang siap meramaikan layar lebar di Indonesia adalah Dongeng Mistis. Film bergenre omnibus ini mulai tayang hari ini, 22 November 2018 mendarang. Jawa Pos Radar Solo beruntung mendapatkan kesempatan istimewa bertemu dengan sutradara film tersebut, Ahmad Romni. Dirinya datang dengan dua pemeran di filam tersebut, yakni Kiki Armando dan Stevi Gilbert. Ketiganya  melakukan media visit di kantor redaksi Jawa Pos Radar Solo kemarin.

”Film horor di Indonesia sekarang sudah mulai beranjak bangkit. Memang benar sejak film Pengabdi Setan tayang, film horor mulai diminati kembali oleh penikmat film. Film horor sudah kembali ke track-nya, film yang menyajikan adrenalin tanpa ada unsur komedi atau drama di dalamnya,” beber Romni.

Romni menyebut film garapannya ini memiliki keistimewaan dibanding dengan film horor lainnya. Genre omnibus menjadi salah satu keunggulan. Sebab, dalam satu film, penonton akan disuguhkan enam cerita seram dengan enam hantu yang berbeda pula. Keenamnya dikemas dalam cerita yang membuat adrenalin penonton naik turun.

”Enam hantu yang diangkat dalam film ini adalah hantu-hantu urban legend di Indonesia. Ini akan menjadi lebih seram karena hantu-hantu ini sangat dekat dengan masyarakat Indonesia. Di sinilah letak perbedaannya dengan film horor lain. Kami menawarkan film dengan jump scare yang berbeda-beda,” koarnya.

Kiki Armando, pemeran Ustadz Eliyas dalam film Dongeng Mistis mengaku baru kali pertama menerima tawaran berperan dalam film horor. Empat film layar lebar sudah dibintanginya, namun semuanya bergenre drama romantis.

”Tantangannya adalah saat kita akting tidak ada lawan main. Lawan main di film horor adalah hantu yang tidak ada interaksi bahkan komunikasi antarpemain. Artinya, harus lebih lihai bermain ekspresi agar penonton menangkap apa yang kita sampaikan,” katanya.

Senada diungkapkan salah seorang pemeran lainnya, Steffi Gilbert yang berperan sebagai Nino. Stevi mengatakan sebelum bermain di film Dongeng Mistis, dirinya adalah bocah penakut. Namun setelah merasakan sendiri kejadian dan pengalaman aneh selama syuting, Stevi justru kini menjadi bocah yang pemberani.

”Dari film ini aku belajar. Bahwa rasa takut yang selama ini aku rasakan hanya ada dalam pikiranku saja. Padahal tidak ada wujudnya sama sekali. Nah, film ini ingin menyampaikan pesan itu ke seluruh penonton,” pungkasnya. (aya/nik)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia