Selasa, 22 Jan 2019
radarsolo
icon featured
Features

Pssst! Koran Bekas Bisa Dibuat Kerajinan Bromzet Jutaan Rupiah Lho

24 November 2018, 07: 19: 28 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Produknya kerajinan yang dibuat dari koran bekas.

Produknya kerajinan yang dibuat dari koran bekas. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

TAK banyak orang yang telaten memanfaatkan barang bekas untuk diolah menjadi produk bernilai bisnis. Salah satunya adalah Kristanti Nareswari. Perempuan 32 tahun ini memilih koran bekas sebagai bahan dia untuk berkreasi. Kini keterampilannya ini justru menjadi ladang usaha beromzet jutaan rupiah.

Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti hanya bisa berpangku tangan. Bila jeli memanfaatkan waktu luang justru bisa menghasilkan. Inilah yang menginspirasi Kristanti Nareswari saat dia hamil anak pertamanya pada 2013 lalu.

Saat itu sambil memanfaatkan waktu luang dia sering berselancar melihat video-video mengenai kerajinan tangan dari sosial media. Dari sini dia mulai mendapat inspirasi untuk membuat kerajinan dari kertas koran. 

Awalnya dia membuat kerajinan itu hanya untuk mengisi waktu luang saja. Tidak ada niat untuk dijual. Namun setelah karyanya menumpuk dia mulai memutuskan untuk menjual hasil kerajinan itu.

“Kalau menjualnya tidak langsung. Saya mulai menjual kerajinan ini pada 2015 lalu dan baru setahun terakhir banyak yang berminat,” ujarnya.

Sebenarnya membuat kerajinan ini tidak sulit. Sebab, bahannya mudah didapat, hanya memanfaatkan koran bekas saja. Di mana koran bekas untuk ukuran satu halaman dipotong jadi empat dan dipilin menjadi kecil-kecil. Kemudian dibentuk dan dirangkai sesuai dengan keinginan. Baik dibentuk menjadi tas, tempat minum, hingga toples makanan, semua dirangkai dengan rapi. Baru kemudian dilapisi dengan lem kayu lalu dijemur. Untuk langkah terakhirnya diwarnai dengan menggunakan cat. 

“Baru kemudian dijemur lagi untuk mengeringkan catnya. Makanya ini yang bikin lama. Sebab, perlu waktu hingga tiga hari untuk menjemurnya sampai benar-benar kering,” ujarnya.

Meskipun terbuat dari koran, namun kerajinan tangan buatan ibu satu anak ini bisa tahan dengan air. Hal ini karena pada proses pembuatannya dilapisi dengan lem kayu. Sehingga tidak ada kesulitan dalam merawatnya.

“Kalau membersihkan pun juga hanya dilap dengan tisu basah saja. Sehingga tidak perlu ada kesulitan untuk merawatnya,” ujarnya.

Hasil kerajinan perempuan yang dipanggil Nares ini dijual dengan harga berkisar dari Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. Kebanyakan pemasaran masih dilakukan secara online melalui sosial media saja. Dirinya belum masuk ke akun e-commerce. Karena pemesanan masih pre order (PO).

“Kadang kalau buka PO kan harus menunggu dulu. Bahkan terkadang hingga dua pekan. Ini yang biasanya tidak sabar. Makanya saya memutuskan untuk menggunakan online via sosial media saja,” ujarnya.

Kerajinan yang mengambil dari nama suaminya itu kini sudah dipasarkan ke berbagai kota di Indonesia. Mulai dari Jakarta, Kalimantan, Sulawesi dan bahkan luar negeri. “Hanya untuk luar negeri ini bukan ekspor tapi hanya sebatas teman yang membelinya,” ujarnya.

Kini obsesinya membuat home decoration. Namun sayangnya saat ini dirinya tidak bisa leluasa membuatnya karena keterbatasan tenaga.

“Tidak banyak orang yang sabar dan teliti membuatnya, sehingga harus saya sendiri yang membuat. Paling kalau mempekerjakan orang hanya untuk memilin saja. Sebab selama ini saya dan suami yang mengerjakan sendiri,” tandasnya. (vit/bun)

(rs/vit/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia