Selasa, 22 Jan 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Baru Dibangun, Talut jembatan Katelan Ambrol

28 November 2018, 15: 38: 54 WIB | editor : Perdana

PASCADIGUYUR HUJAN: Kondisi talut Jembatan Katelan yang ambrol, diduga tak sesuai dengan spesifikasi. 

PASCADIGUYUR HUJAN: Kondisi talut Jembatan Katelan yang ambrol, diduga tak sesuai dengan spesifikasi.  (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO  )

SRAGEN– Talut jembatan Katelan, Desa Katelan, Kecamatan Tangen saat ini dalam kondisi ambrol. Kejadian talut yang ambrol itu setelah diguyur hujan pada Minggu malam sekitar pukul 18.30 WIB. Padahal proyek tersebut baru saja dikerjakan.

Berdasar informasi yang dihimpun di lapangan, proyek pelebaran jembatan Katelan dikerjakan pada September 2018 lalu. Spesifikasinya yakni  panjang 12,5 meter dan lebar 2,5 meter. Pekerjaan tersebut menelan biaya Rp 170,479 juta lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018.

Pekerjaan tersebut selesai pada Oktober 2018. Selain itu pekerjaan proyek tersebut dalam pengawalan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Sragen. Namun saat ini bangunan talut jembatan Katelan setinggi 5 meter dan lebar 6 meter itu ambrol. Sejumlah warga menyampaikan ambrolnya talut tersebut akibat diguyur hujan. 

Tokoh masyarakat Tangen, Sri Wahono menyampaikan, bahwa talut tersebut hanya berkekuatan patok bambu saja.  ”Kalau baru sebulan saja talut bisa ambrol, bisa jadi jembatanya lama-lama ikut ambrol, karena jembatanya juga sudah retak-retak,” terangnya.

Pengurus Forum Masyarakat Sragen (Formas) ini menuding sistem pengawasan proyek tersebut kurang optimal. Sehingga ketika sudah jadi, bangunan tak kokoh. Hal ini sebagai bentuk lemahnya pengawasan dari pihak Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (DPUPR) Sragen.

Karena itu, formas mendesak proyek pelebaran jembatan Katelan segera diperbaiki. Dalam perbaikan pihaknya juga meminta pihak Kejari Sragen ikut mengawasi secara melekat. Sehingga kualitas bangunan sesuai spesifikasi.

Ambrolnya talut tersebut dibenarkan Kepala Desa (Kades) Katelan, Suparno. Pihaknya mengaku belum meninjau langsung ke lokasi lantaran masih  mengurus pencairan Alokasi Dana Desa (ADD). Namun sudah ada laporan dari perangkat desa yang melihat kondisi talut. ”Tadi ada laporan dari Bayan terkait ambrolnya talut itu. Saya belum cek ke lokasi. Tapi dari pelaksana selama pekerjaan hingga selesai sama sekali tak ada komunikasi dengan pemerintah desa,” ujar Suparno.

Sementara itu, Kepala DPUPR Sragen, Marija mengaku baru mendengar kabar tersebut. Pihaknya lantas meminta jajarannya untuk meninjau di lokasi. ”Ini kami segera melihat dan cek lokasi,” jelasnya. (din/edy)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia