Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Features

Fajar Wahyu Nugroho, Atlet Tunanetra Peraih Emas Tenis Meja Peparprov

30 November 2018, 15: 50: 59 WIB | editor : Perdana

Fajar Wahyu Nugroho, Atlet Tunanetra Peraih Emas Tenis Meja Peparprov

Tidak ada kata menyerah dalam hidup. Fajar Wahyu Nugroho buktinya. Meski memiliki keterbatasan fisik, bukan berarti hanya bisa berpangku tangan. Melalui kerja kerasnya dia bisa membuktikan bisa mengharumkan nama daerah di kancah nasional. Seperti apa kisahnya?

NURUL HIDAYAH, Solo

SENYUM tipis terpancar dari pemuda yang baru saja meraih medali emas cabang olahraga tenis meja dia ajang Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jawa Tengah 2018 di Solo Baru awal bulan November ini. Dia adalah Fajar Wahyu Nugroho. Atlet tenis meja National Paralympic Committee (NPC) Karanganyar. 

“Saya sejak kecil memang sudah suka dengan tenis meja, “ ujar mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling Islam IAIN Surakarta ini ditemui di kampusnya belum lama ini. 

Bakat Fajar ini akhirnya diketahui oleh gurunya di Yayasan Kesejahteraan Anak Buta (YKAB) Surakarta. Setelah itu dia mulai serius menempa diri di bawah bimbingan seorang pelatih.  

Fajar kali pertama ikut dalam kompetisi Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) V 2011. Di ajang olahraga kaum disabilitas tingkat nasional ini Fajar berhasil membawa pulang medali perak dan perunggu. Prestasi dia berlanjut di ajang yang sama dua tahun setelahnya dengan meraih dua perunggu. Kemudian berlanjut di ajang Peparprov yang digelar di Solo awal November ini dengan berhasil meraih medali emas. 

Ternyata tidak hanya olahraga tenis meja yang ia tekuni, altet paralimpik asal Klodran, Colomadu, Karanganyar ini juga menggeluti judo dan goalball. Biasanya ia berlatih tenis meja dan goalball di  YKAB Jagalan, Jebres, Surakarta. Sedangkan untuk berlatih blind judo di Gor Toraja Sport, Kadipiro, Surakarta. 

“Dua pertiga waktu saya dalam sepekan untuk latihan olahraga,” terangnya saat diwawancari koran ini di sela-sela perkuliahannya.

Prestasi mahasiswa semester V ini tidak hanya di bidang olahraga. Namun, Fajar termasuk kategori mahasiswa berprestasi di kampusnya. Buktinya, pada tahun pertama ia berhasil memperoleh indeks prestasi (IP) 3,79. Berkat prestasinya itu ia ikut terjaring dalam beasiswa peningkatan prestasi akademik (PPA) pada semester II. Menginjak semester III ia mendapatkan beasiswa prestasi dari salah satu Non Goverment Organization (NGO) di Indonesia hingga semester VIII. 

Selain kuliah dan latihan olahraga, Fajar juga aktif di Biro Konseling dan Psikoterapi Terapan (BKPT) IAIN Surakarta. BKPT ini adalah sebuah lembaga semi otonom (LSO) di kampusnya. 

“Saya tidak menyangka bisa ikut BKPT. Waktu itu saya ditawari dosen untuk ikut. Awalnya saya ragu apa bisa mengikuti kegiatan ini, tapi saya optimis bisa seperti mahasiswa lain” paparnya.

Selain di kampus, Fajar juga aktif mengikuti kegiatan di Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Karanganyar. Meski dari keluarga yang pas-pasan, tapi kedua orangtuanya tetap mendukung Fajar untuk terus bersekolah. Berbekal ilmu yang dipelajari di kampus, dia bercita-cita untuk mendirikan biro konseling khusus tunanetra. 

“Saya ingin mendirikan biro tunanetra yang nantinya bisa membantu dan memotivasi mereka agar bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya sambil tersenyum. 

Meskipun menjadi atlet, tapi Fajar tetap menjadikan pendidikan prioritas utama. Ia juga berharap dirinya mampu membahagiakan kedua orang tuanya. “Suatu saat nanti saya bercita-cita menghajikan kedua orangtua, namun jika belum bisa, setidaknya saya tidak merepotkan mereka lagi” harapnya. (*/bun

(rs/fer/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia