Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Features

Pengakuan Eks Napi Teroris: Lebih Mudah Rakit Bom daripada Racik Soto

01 Desember 2018, 14: 34: 32 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Joko Trihatmanto, eks narapidana teroris yang kini berwirausaha.

Joko Trihatmanto, eks narapidana teroris yang kini berwirausaha. (NOVITA RAHMAWATI/RADAR SOLO)

SETELAH malang melintang di dunia terorisme, Joko Trihatmanto atau yang biasa dikenal dengan Jack Harun kini bertaubat. Mantan narapidana kasus terorisme Bom Bali I ini sekarang memilih menekuni wirausaha.

Aroma kuah soto mengusik hidung begitu koran ini masuk ke sebuah warung berukuran 3x4 meter di mulut Gang Kurma 6, Tangkil Baru, Manang, Sukoharjo. Dari belakang gerobak, seorang pria terlihat sedang menuangkan kuah soto ke dalam mangkuk.

Tak lama semangkuk soto tersaji di depan meja wartawan. Semangkuk soto hangat dengan kuah bening dan rasanya yang sedap semakin menggugah selera. Siapa sangka pria yang mengolah dan menyajikan soto ini merupakan eks narapidana kasus terorisme kasus Bom Bali I.

“Itu sudah masa lalu saja,” ujar sang pemilik warung, Joko Trihatmanto sambil tersenyum kepada pembeli sotonya.

Pria yang akrab disapa Jack Harun mengawali usahanya berjualan soto sekitar satu tahun lalu. Selain latar belakang pemiliknya yang “spesial”, ada hal lain yang membuat warung ini berbeda dibanding warung soto pada umumnya. Di mana warung ini setiap Jumat pekan pertama, selalu menggratiskan soto dan minumannya bagi pengunjungnya. Termasuk camilan dan gorengan semua bisa dihabiskan tanpa membayar sepeser rupiah pun.

Awalnya Jack Harun mengawali berjualan soto dengan tenda. Setelah berjalan beberapa waktu kini usaha kulinernya bisa berkembang cukup baik. Hingga kini dia mulia pindah ke warung semi permanen.  “Kalau sekarang Alhamdulillah sudah ramai,” ujarnya.

Usaha kuliner memang sengaja dipilih Jack Harun usai dia bebas dari hukuman kasus terorisme. Sebelum membuka warung soto, dirinya pernah membuka wedangan pada malam hari. “Namun saya hanya sebentar jualan wedangan, karena skalau begadang tiap hari saya juga tidak kuat. Akhirnya wedangan saya tutup dan ganti berjualan soto,” imbuhnya.

Agar tidak mengecewakan pembeli, Jack Harun memang serius mencari referensi cara meracik kuah soto yang enak. Dirinya belajar resep soto kepada beberapa orang lalu dikombinasikan dengan sedikit modifikasi. 

“Kalau meracik soto seperti ini saya merasa lebih sulit. Malah lebih mudah meracik bahan peledak,” kelakarnya.

Setelah usaha warung sotonya berjalan, dirinya kini mulai melebarkan sayap dengan berjualan barang toko kelontong. Selain menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari, warung ini difasilitasi peralatan masak, sehingga pembeli bisa memesan mi instan. (*/bun)

(rs/vit/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia