Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Features

Jumlah Pengidap HIV/AIDS Kian Mencemaskan

01 Desember 2018, 15: 52: 08 WIB | editor : Perdana

Jumlah Pengidap HIV/AIDS Kian Mencemaskan

Kasus pengidap HIV/AIDS di Sragen dan Wonogiri semakin mengkhawatirkan. Terjadi peningkatan jumlah penderita dari tahun ke tahun. Kondisi ini tentu menjadi warning bagi semua pihak agar lebih peduli kepada mereka.

TEMUAN cukup mencengangkan terjadi di Sragen. sampai September lalu, ditemukan 163 pengidap baru. Sedangkan angka komulatif pengidap HIV di Sragen yang tercatat di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) tercatat ada 942 orang. 

”KPA Sragen mencatat angka pengidap HIV AIDS di Kabupaten Sragen terus meningkat dari tahun ke tahun. Dari total 942 penderita, rinciannya adalah 442 terinfeksi HIV, sementara 500 orang positif terjangkit AIDS,” beber Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sragen Haryoto, kemarin.

Pihaknya menyampaikan kasus terbesar pengidap HIV/AIDS di Bumi Sukowati disebabkan heteroseksual dengan hubungan seks berganti-ganti pasangan sebanyak 94,48 persen atau 890 kasus. Sedangkan homoseksual (sesama jenis) 17 kasus, IDU atau jarum suntik narkoba 12 kasus dan parinatal (tertular sejak lahir) 23 kasus. Sementara itu angka kematian akibat HIV AIDS ini mencapai 12 persen.

Haryoto menyampaikan, penularan terbesar kasus HIV/AIDS di Sragen memang karena perilaku seks berganti-ganti pasangan. Hal ini dampaknya cukup besar. Bahkan menyebabkan kasus penularan terhadap ibu rumah tangga menjadi yang terbesar kedua setelah pekerja atau wiraswasta.

“Penyebab besarnya karena dua faktor penting. Pertama, pengetahuan HIV yang belum tersosialisasi dengan baik dan ada ketakutan stigma masyarakat ketika ditemukan HIV, akan dihujat dan sebagainya,” papar Haryoto.

Sementara di Wonogiri, hingga September lalu ada 55 temuan baru kasus. Ironisnya, korban hampir merata di semua kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri Adhi Dharma mengatakan bahwa sebaran penyakit HIV/AIDS di Wonogiri sudah masuk tahap meresahkan. Sebab, penyakit ini telah menyebar di 25 kecamatan. Dari 2012 sampai 2017, jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 443 orang. Rinciannya, HIV  171 orang dan AIDS 271 orang atau kasus.

“Kecamatan terbanyak atas temuan HIV/AIDS yang teridentifikasi hingga September 2018 adalah, 312 masih hidup dan 131 meninggal. Total akumulatif 443 kasus,” kata Adhi Dharma, Jumat (30/11). 

Menurut Adhi Dharma, kecamatan terbanyak temuan HIV/AIDS yakni Jatisrono, disusul Tirtomoyo, Jatiroto, Wonogiri kota dan Girimarto. Kemudian, urutan jumlah terendah yakni Paranggupito, Batuwarno, Giritontro, Karangtengah, Pracimantoro. (din/kwl/bun)

(rs/din/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia