Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Jateng

Ganjar Pranowo Ajak Kurangi Sampah Plastik

03 Desember 2018, 11: 27: 12 WIB | editor : Bayu Wicaksono

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berbaur bersama warga membersihkan lingkungan.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berbaur bersama warga membersihkan lingkungan.

SEMARANG – Menumpuknya sampah plastik bisa merusak lingkungan. Kondisi ini sangat meresahkan masyarakat. Termasuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Orang nomor satu di Jateng ini pun  mencoba turut mengurangi sampah plastik dari hal-hal kecil di lingkungan sekitar. 

Salah satu yang dilakukan yakni dengan mengganti kemasan air mineral plastik dengan gelas kaca pada ruang tamu di kantor gubernur Jalan Pahlawan Semarang. Mulai beberapa bulan terakhir, air mineral plastik yang biasanya tersedia banyak di ruang tamu diganti dengan gelas kaca dan pitcher. 

Setiap kali menerima tamu, entah dari kalangan pejabat nasional, internasional, komunitas atau bahkan petani dan nelayan, Ganjar selalu mempersilakan tamunya untuk minum dan menuang sendiri. Selain itu ia pun menceritakan alasannya menyediakan minuman di gelas kaca dan pitcher. 

“Silakan minum dan tuang sendiri. Disiapkan gelas ini untuk mengurangi sampah plastik. Ini juga saya sampaikan pada semua tamu, siapa tahu pada ikutan kan jadi sama-sama mengurangi sampah plastik dari sekeliling kita,” tuturnya belum lama ini. 

Kata Ganjar, cara penyuguhan minum seperti itu memang sengaja dia lakukan agar tamunya turut melakukan hal sama di tempat masing-masing. Dengan menuangkan sendiri, tamu-tamu juga diharapkan lebih santai saat mengobrol bersama sang gubernur yang memang dikenal dekat dengan banyak kalangan.

Ganjar mengaku sangat resah dengan prestasi Indonesia dalam hal persampahan, plastik khususnya.  Tidak menyuguhkan air mineral kemasan kepada tamunya tersebutlah menjadi ajang kampanye pengurangan penggunaan plastik di lingkungan masing-masing. “Mosok sedunia Indonesia juara dua soal banyaknya sampah plastik,” katanya. 

Jika menilik data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/tahun, sementara kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 milar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik, di mana 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.

“Pengin meninggalkan pemakaian plastik. Sampeyan ben ketularan, (agar Anda tertular),” katanya, yang biasanya sembari menawarkan kudapan yang tersedia.

Kudapan pun Ganjar juga lebih memilih jajanan pasar, dan sesekali jajanan produk home industri, seperti kue lapis, lumpia mini, getuk sampai klepon. Tidak ada brand-brand besar di ruang kerja dan rumah dinas gubernur. Etalasenya pun diisi dengan produk-produk UMKM Jawa Tengah yang biasanya diceritakan juga pada para tamu. 

Koordinator Rumah Dinas Gubernur Jateng Bimasakti mengatakan, untuk sajian minum dan kudapan seperti itu memang diminta langsung oleh Ganjar. “Karena bapak memang suka jajanan seperti itu, kearifan lokal. Selain akrab di lidah, setiap jajanan itu juga mengandung nilai filosofis yang biasanya diceritakan pada tamu yang datang,” katanya.

Bukan hanya menggalakkan pengurangan sampah plastik, Ganjar juga telah menginisiasi bersih-bersih lingkungan setiap hari Jumat. Gerakan Jumat Bersih ini sudah mulai dilaksanakan di lingkungan Pemprov Jateng. Para ASN diperintahkan untuk bersih-bersih lingkungan di hari Jumat. Bahkan sesekali kegiatan bersih lingkungan itu dilaksanakan di tempat-tempat umum seperti pasar tradisional.

(rs/bay/bay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia