Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Aplikasi Desa Pintar, Urus Surat Pindah Cukup dari HP

04 Desember 2018, 11: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Peta digital Desa Ponggok yang dipamerkan dalam pameran inovasi desa beberapa waktu lalu.

Peta digital Desa Ponggok yang dipamerkan dalam pameran inovasi desa beberapa waktu lalu. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN - Pemerintah Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo mulai mengembangkan aplikasi desa pintar. Pengembangan administrasi desa yang diintegrasikan dengan sistem informasi geopasial. Didalamnya memuat berbagai informasi mengenai potensi desa hingga layanan untuk memudahkan urusan administrasi warganya.

Kepala Desa Ponggok, Junaedi Mulyono mengatakan jika saat ini pemerintah desa sedang fokus dengan pengembangan IT. Melalui pengembangan yang dilakukan beberapa waktu lalu melalui kehadiran aplikasi desa pintar. Aplikasi tersebut sudah bisa diunduh melalui playstore meski saat ini masih dalam proses pengembangan.

"Ada 33 fitur di dalaya yang memuat layanan publik mulai dari pembuatan akta kelahiran, KTP hingga pengurusan surat keterangan pindah. Termasuk dilengkapi dengan informasi keuangan desa hingga BUMDes," kata Junaedi, Senin (3/12).

Selain itu, pihaknya juga mengembangkan peta digital yang memuat kondisi geografis hingga informasi potensi kependudukannya. Seluruh data memang tersaji yang terintegrasi dalam sistem informasi geopasial. Harapannya pemerintah desa bisa mengetahui potensi yang dimilikinya guna merumuskan kebijakan yang diambilnya.

"Setidaknya kita jangan kalah dengan kota.Apalagi saat ini kita menyosong era revolusi industri 4.0.Mimpi yang lain dari desa kami yakni menjadi desa wisata yang terintegrasi berbasis IT," paparnya.

Sementara itu, pengembang IT di Desa Ponggok dari CV Informasi Studios, Suci menjelaskan aplikasi dan peta digital itu merupakan bentuk kolaberasi antara pemerintah desa dengan pihak ketiga.

" Diawali dari beberapa tahapan dengan melakukan pemetaan terlebih dahulu di seluruh desa. Supaya penampakan desa dari atas dapat terlihat. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk master plan hingga memasukan potensi desa. Kita lakukan pada Februari 2017 lalu," urainya.

Suci menyebutkan jika pemetaan seluruh potensi desa dilakukan secara langsung terjun ke lapangan dan menemui warga. Hingga akhirnya bisa memuat batas desa, dusun, RT, RW hingga letak lokasi UKM. Begitu juga lokasi wisata dan bidang tanah dapat tersaji dalam sistem informasi geopasial tersebut.

"Jadi desa yang juga menyajikan data kepada kami. Sedangkan kami yang membuat aplikasinya dengan melibatkan tenaga teknis lainnya. Pemerintah desa begitu koperatif sehingga 19 bulan dilakukan pengerjaan," beber Suci.

Ada sejumlah manfaat yang bisa dirasakan pemerintah desa maupun warga dari pengembangan aplikasi dan peta digital tersebut. Salah satunya perangkat desa maupun warganya bisa mengenal segala potensi desanya yang dimilikinya. Hal ini membantua pemerintah desa dalam merumuskan kebijakan pembangunan di desa kedepannya.

"Melalui pengembangan IT ini juga membantu dalam transparansi dana desa sehingga memudahkan dalam melakukan pengawasan. Misalnya kegiatan bidang pembangunan seperti pavingsasi pun bisa dimasukan dalam aplikasi tersebut," ucap Suci.

Dalam waktu dekat pihaknya bersama pemerintah desa segera melakukan sosialisasi kepada warga terkait aplikasi dan peta digital tersebut. Harapannya warga menjadi tahu dan mendapatkan manfaat lebih dari pengembangan IT di desanya tersebut.

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia